sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Mualaf Inggris : “Saya Benar-benar Diberkati”

Mualaf Inggris : “Saya Benar-benar Diberkati”



London – Baru-baru ini muncul pemberitaan mengenai seorang mualaf (orang yang baru masuk agama Islam) asal Inggris yang bernama Peter Chatfield. Cerita tentang Chatfield ini kemudian disebut-sebut telah meluluhkan hati para netizen di berbagai belahan dunia.
Mualaf Inggris : "Saya Benar-benar Diberkati"
Dikisahkan bahwa Chatfield tengah dirawat di Rumah Sakit Queens, tepatnya di ruang Sahara B5. Ia menderita kanker tulang belakang yang membuat tubuhnya lumpuh dari bagian dada hingga kaki. Begitu parahnya penyakit Chatfield, dokter pun memperkirakan bahwa dirinya hanya bisa hidup hingga enam bulan lagi.

Chatfield, yang baru masuk Islam, kemudian mengundang sesama muslim melalui jejaring sosial untuk bersedia datang menjenguknya di masa-masa tersulit dalam hidupnya tersebut. Chatfield melakukan hal ini karena ia tidak memiliki banyak teman yang beragama Islam.
Mualaf Inggris : "Saya Benar-benar Diberkati"
Tanggapan untuk permohonan Chatfield ini pun sangat mengejutkan. Setelah pesannya mulai tersebar di media sosial, ratusan muslim dari berbagai latar belakang pun datang menjenguk Chatfield di ruang perawatannya tersebut.

Seperti dilansir dari Ilmfeed (Minggu, 4/10/2015), Chatfield pun mengatakan, “Saya benar-benar diberkati.”

“Saya tidak menolak siapa pun yang datang,” tambahnya.

Dalam beberapa hari terakhir ini, “Saya tidak menolak siapa pun yang datang,” katanya. telah dijenguk oleh sekitar 400 muslim.

“Ini luar biasa, dan saya sangat senang dan merasa sangat diberkati karena begitu dicintai. Itulah yang penting, cinta.” ujarnya.
Mualaf Inggris : "Saya Benar-benar Diberkati"
Lebih heboh lagi, beberapa orang yang mengunjungi Chatfield datang jauh-jauh dari luar negeri. Ada yang datang dari Riyadh, Arab Saudi, hanya untuk menjenguk dirinya dan kemudian pulang kembali ke negaranya. Ada pula sebuah keluarga yang datang dari Penyslvania, Amerika Serikat, juga dengan tujuan yang sama.

“Saya tahu, tak lama lagi saya pergi. Saya siap untuk pergi dan saya minta maaf kepada mereka yang merasa tersakiti atau saya marahi,” ucap Chatfield. Dia pun mengaku tak takut lagi menghadapi maut yang akan segera menjemputnya karena ia merasa telah dikelilingi oleh banyak sekali cinta. (Deni Suroyo – sisidunia.com)