Home » News » Pemilik Rumah Makan Batak Tak Khawatir Dengan Pergub Peredaran Daging Anjing

Pemilik Rumah Makan Batak Tak Khawatir Dengan Pergub Peredaran Daging Anjing



Jakarta – Para pemilik rumah makan yang menyediakan masakan daging anjing di Jakarta mengaku tidak khawatir dengan rencana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran daging anjing di ibukota.
Pemilik Rumah Makan Batak Tak Khawatir Dengan Pergub Peredaran Daging Anjing
“Saya sih enggak masalah. Kalau pedagang menjual daging yang enggak sehat, mereka sendiri yang akan rugi,” kata Anton Panjaitan, Selasa (29/9/2015).

Anton sendiri merupakan salah satu pemilik rumah makan Batak, atau yang biasa disebut dengan Lapo, yang tempat usahanya berlokasi di seberang Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur.

Anton mengatakan bahwa dirinya selalu membeli daging anjing di Pasar Mayasari, Jakarta Timur. Pedagang yang dipilihnya juga pedagang resmi.

“Langganan saya itu memelihara sendiri anjing-anjingnya dan sehat-sehat. Jadi sudah terjamin kualitasnya,” terangnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Yanti Simanjuntak, pemilik Lapo yang bersebelahan dengan Lapo milik Anton. Perempuan 44 tahun tersebut mengaku tak khawatir masakannya menjadi tidak laku sebagai akibat dari rencana pengetatan pengawasan daging anjing.

“Pembelinya juga banyak. Lagian saya juga beli dari pedagang di Pasar Senen yang sudah terjamin. Kalau dagingnya dari anjing liar, saya juga enggak mau,” ungkap Yanti.

Memang belum lama ini, Ahok mengutarakan rencananya untuk membuat peraturan gubernur yang mengatur tentang peredaran daging anjing di wilayah DKI Jakarta. Peraturan ini dirasa perlu diberlakukan untuk mencegah penularan penyakit rabies. (Deni Suroyo – sisidunia.com)