sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kejam, Leher Salim Kancil Digergaji di Depan Anak-anak PAUD

Kejam, Leher Salim Kancil Digergaji di Depan Anak-anak PAUD



Lumajang – Kepala Desa Selok Awar Awar, Hariyono, memang mengelak tuduhan yang mengatakan bahwa dirinya adalah aktor di balik aksi pembunuhan terhadap aktivis Salim Kancil dan penganiayaan terhadap Tosan, yang terjadi pada Sabtu (26/9/2015) lalu. Namun demikian, pendopo Balai Desa Selok Awar Awar menjadi saksi bisu aksi penyiksaan dan pembunuhan keji tersebut.
Kejam, Leher Salim Kancil Digergaji di Depan Anak-anak PAUD
Berdasarkan laporan yang beredar, proses pembunuhan Salim Kancil memang berlangsung di dalam pendopo Balai Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang. Mirisnya, balai desa tersebut juga digunakan untuk kegiatan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).
Kejam, Leher Salim Kancil Digergaji di Depan Anak-anak PAUD
Bahkan, dilaporkan juga bahwa ketika para pelaku menggergaji leher Salim Kancil sekaligus menyetrumnya, sejumlah anak-anak PAUD juga ikut menyaksikan adegan brutal tersebut. Sadar bahwa ada anak-anak yang tengah mengikuti PAUD, para pelaku kemudian memindahkan Salim Kancil ke tempat lain, dan menghabisi nyawanya dengan cara memukulkan batu ke kepala Salim berulang kali hingga ia kehilangan nyawanya. Salim Kancil sendiri memang diketahuii memiliki ilmu kebal, sehingga proses pembunuhannya pun memakan waktu lama.


Baca juga

Memanas, Ejekan Untuk Rusia Kini Dilontarkan Oleh Presiden Ukraina Pada Sidang PBB

Inilah Cerita Lucu Ahok Bagi yang Gemar Makan Daging Anjing

Berdasarkan konstruksi, dilaporkan bahwa pada awalnya, massa dari Tim 12, yang mendukung penambangan pasir mencari Salim Kancil di rumahnya. Saat itu, Tosan sudah terlebih dahulu disiksa dan bahkan dikira sudah mati.

Setelah massa menangkap Salim Kancil, kemudian Salim digelandang menuju pendopo balai desa. Di sepanjang perjalanan, Salim terus dihajar massa sebelum kemudian digergaji, disetrum, lalu dipukul batu kepalanya hingga tewas. (Deni Suroyo – sisidunia.com)