sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ada Apa Ini, SBY Tiba-tiba Berbicara Mengenai Kudeta ?

Ada Apa Ini, SBY Tiba-tiba Berbicara Mengenai Kudeta ?



Jakarta – Belum lama ini, mantan presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan sambutan dalam sebuah acara. Dalam pidatonya, SBY menyinggung tentang kemungkinan terjadinya kudeta di Indonesia.
Ada Apa Ini SBY Tiba-tiba Berbicara Mengenai Kudeta ?
SBY menyatakan bahwa jika sampai ada pihak dari TNI yang ingin melancarkan kudeta terhadap presiden, maka dirinya siap ikut serta dalam membela presiden.

“Kalau ada pemikiran militer untuk melakukan kudeta, sekarang saya yang paling depan untuk mengatakan menolak dan tidak setuju,” tegas SBY .

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi hingga SBY membahas soal kudeta terhadap presiden?

Ternyata, sambutan SBY tersebut disampaikannya dalam acar beda buku “Transformasi TNI: Dari Prajurit Kemerdekaan menuju Tentara Profesional dalam Demokrasi”. Buku tersebut merupakan buah karya dari Letnan Jenderal (Purn), Agus Widjojo.

Acara bedah buku ini diselenggarakan di Auditorium CSIS, Jakarta Pusat, pada Senin (28/9/2015) kemarin.

SBY menilai bahwa kudeta merupakan sebuah aksi yang merusak nilai-nilai yang selama ini dibangun dan dibina oleh bangsa Indonesia. Dan oleh karenanya, meski SBY berasal dari kalangan TNI, dirinya akan berada di posisi yang “berseberangan” bila sampai TNI melakukan kudeta.

“Dan kalau ada yang sampai nekat melaksanakan kudeta, saya akan berada di pihak yang berseberangan. Karena itu merusak apa yang sudah kita lakukan sampai hari ini,” ungkapnya.

SBY menambahkan bahwa sesungguhnya terdapat ruang yang cukup luas bagi Panglima TNI atau Kapolri untuk memberikan masukan, usulan, atau bahkan mengingatkan presiden, bila keputusan sang kepala negara dinilai kurnag tepat.

“Presiden memiliki ruang komunikasi dengan Panglima TNI dan Kapolri. Kalau ada pikiran-pikiran TNI yang ingin disampaikan kepada Presiden, sampaikan dengan cara yang baik, kontekstual, sambil memberikan rekomendasi,” jelasnya.

Namun demikian, TNI juga harus menjaga sikap profesional terhadap komando atau perintah dari presiden. TNI harus siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, meskipun keputusan presiden tersebut bisa saja berseberangan dengan kepentingan TNI. (Deni Suroyo – sisidunia.com)