Home » News » Sah ! Rasiyo-Lucy Menjadi Lawan Risma-Whisnu Untuk Pilkada Surabaya

Sah ! Rasiyo-Lucy Menjadi Lawan Risma-Whisnu Untuk Pilkada Surabaya



Surabaya – Akhirnya, pasangan incumbent Tri Rismaharini-Whsinu Sakti Buana mendapat lawan di Pilwali Surabaya, Jawa Timur, 9 Desember 2015 mendatang. Setelah dua kali gagal mendapat lawan tanding, hari ini, Kamis (24/9), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya mengumumkan berkas Rasiyo-Lucy Kurniasari, memenuhi syarat (MS).

Sah ! Rasiyo-Lucy Menjadi Lawan Risma-Whisnu Untuk Pilkada Surabaya

Surabaya – Di Surabaya, masa pendaftaran dibuka sampai empat kali. Pendaftaran pertama, 26 hingga 28 Juli, berjalan normal. Sayang, hanya pasangan Risma-Whisnu yang mendaftar. Kemudian, dibuka masa pendaftaran tambahan pada 1 hingga 3 Agustus, dan Demokrat dan Partai Amanah Nasional (PAN) mendaftarkan Dhiman Abror-Haries Purwoko. Namun, Haries menghilang setelah izin ke toilet, sehingga pendaftaran dibatalkan.

Kemudian turun SE 449/KPU/VII/2015 tentang rekomendasi Bawaslu dan pendaftaran kembali dibuka pada 9 hingga 11 Agustus. Demokrat dan PAN mendaftarkan Rasiyo-Abror. Pada 30 Agustus, pasangan ini dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dan pendaftaran dibuka lagi pada 8 hingga 10 September. Rasiyo-Lucy-pun menjadi calon pamungkas dari Demokrat dan PAN.

Pengumuman status Rasiyo-Lucy itu berdasarkan SK KPU Nomor: 36/KPTS/KPU-Kota-014.329945/2015, tentang pasangan calon.

“Setelah dilakukan penelitian berkas pada 20 hingga 23 September kemarin, dan pada tanggal 24 September hari ini, hasil penelitiannya adalah, berkas pasangan calon (Paslon) Rasiyo-Lucy kami nyatakan MS,” terang Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin dalam jumpa pers, Kamis (24/9).

Dengan dinyatakannya berkas pasangan yang diusung Partai Demokrat dan Partai Amanah Nasional (PAN) ini memenuhi syarat, lanjut dia, maka Pilkada serentak di Kota Pahlawan ini bisa dilaksanakan pada 9 Desember 2015.

“Sejak dibacakan pengumuman ini, secara otomatis kedua pasangan calon, yaitu Risma-Whisnu dan Rasiyo-Lucy, sudah dilarang melakukan kampanye sampai masa kampanye,” tegasnya.

Masa kampanye akan dimulai pada 27 September hingga 5 Agustus mendatang. “Sebelum masa kampanye, Paslon dilarang memasang alat peraga kampanye, termasuk stiker kampanye. Jika masih ada, akan ditindak olehh Panwas,” sambungnya.

Sekadar diketahui, sebelum masa penetapan Paslon hari ini, dua hari lalu, pasangan Rasiyo-Lucy sempat memasang stiker kampanye di kaca belakang mobil angkot Lyn F, di Terminal Joyoboyo.

“Mulai saat ini, sejak diumumkan hari ini, peraturan dan perundang-undangan berlaku sudah melekat pada diri pasangan calon. Mereka (Paslon) dan seluruh timnya, diminta hati-hati untuk tidak bertindak di luar aturan kampanye,” sahut Komisioner Panwaslu, M Sofwan.

Menyikapi soal stiker Rasiyo-Lucy yang sudah terpasang di kaca belakang mobil angkot, Sofwan menegaskan akan segera menertibkannya hari ini juga. “Kita akan koordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkannya. Apalagi soal stiker ukurannya sudah di atur. Untuk ukuran besar dilarang, seperti yang tertempel di mobil angkot,” katanya.

Dijelaskannya, memasuki masa kampanye, alat peraga yang diperbolehkan adalah barang-barang seharga di bawah Rp 25 ribu, seperti kaos, pulpen, maupun payung. “Asal harganya di bawah Rp 25 ribu, dipersilakan,” tegasnya.

Soal alat peraga kampanye ini, Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin juga ikut menjelaskan, ada tiga jenis alat peraga kampanye (APK), yaitu baloho yang disediakan hanya lima buah untuk masing-masing Paslon. “Karena di Surabaya hanya ada dua Paslon, maka baliho yang disediakan ada 10 buah. Terkait letaknya, akan kita konsultasikan ke Bakesbanglinmas, Panwas, dan masing-masing tim dari Paslon,” terang Robiyan.

Yang kedua, jenis APK yang disediakan adalah umbul-umbul sebanyak 10 buah di masing-masing kecamatan. Dan yang terakhir adalah spanduk ukuran 1,2 x 6 meter. Di setiap kelurahan, masing-masing pasangan calon mendapat dua buah spanduk.

“Untuk bahan alat kampanye ada dua jenis, yaitu selebaran dan poster. Jumlahnya sebanyak jumlah KK di Surabaya. Di Surabaya ini ada 870 ribu KK, makan selebaran dan posternya, sebanyak jumlah KK itu. Untuk masalah desain, silakan tim masing-masing pasangan calon yang membuat, nanti kita yang akan menggandakannya,” tandas Robiyan. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)