sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Di Negara Ini, Bunuh Sapi Dihukum Mati, Tapi Bunuh Muslim Hanya Didenda Rp 2 Ribu

Di Negara Ini, Bunuh Sapi Dihukum Mati, Tapi Bunuh Muslim Hanya Didenda Rp 2 Ribu



Islamabad – Bangsa Indonesia memiliki sikap toleransi beragama yang luar biasa tinggi. Meski Islam merupakan agama mayoritas di negara ini, namun kesetaraan dengan pemeluk agama lain tetap terasa dan senantiasa dijunjung tinggi. Tak semua negara mampu menerapkan sikap semacam ini, seperti misanya di Pakistan.
Di Negara Ini, Bunuh Sapi Dihukum Mati, Tapi Bunuh Muslim Hanya Didenda Rp 2 Ribu
Di wilayah Kashmir, wilayah yang diperebutkan oleh Pakistan dan India, meski 80 persen warganya memeluk agama Islam, mereka justru memperoleh perlakuan yang tidak adil.

Ketua Kashmir Solidarity For‎um, Zahir Kahn, mengatakan di Gedung Kedutaan Besar Pakistan, Jakarta, pada Minggu (20/9) kemarin, bahwa jika umat Islam ingin menyembelih sapi, seperti saat Idul Adha, mereka bisa diancam dengan hukuman mati. Sebab, sapi merupakan hewan yang dianggap dewa oleh umat Hindu. Peraturan semacam ini berlaku hingga abad 19 dan 20.

Perlakuan berbeda terjadi pada umat muslim. Jika ada orang Hindu yang membunuh orang muslim, maka mereka hanya akan didenda sebesar 20 Rupee, atau setara dengan Rp 2 ribu saja.

Zahir menambahkan bahwa umat Islam tidak mendapatkan hak dan keadilan untuk hidup sebagai warga negara. Ketidakadilan ini terasa di berbagai bidang, mulai ekonomi sampai pendidikan.

Kisah ini disampaikannya dalam acara peringatan 50 tahun kemenangan Pakistan atas India dalam hal perebutan Kashmir, yang berujung perang pada tahun 1965 silam. Kala itu, PBB turun tangan dengan memberikan kebebasan bagi rakyat Kashmir untuk memilih apakah akan masuk India atau Pakistan. Mereka pun memilih Pakistan karena negara ini memiliki populasi yang mayoritas Islam. (Deni Suroyo – sisidunia.com)