Home » Otomotif » Belum Ada Tanda Rupiah Menguat, Daihatsu Terpaksa Naikkan Harga Mobil

Belum Ada Tanda Rupiah Menguat, Daihatsu Terpaksa Naikkan Harga Mobil



Balikpapan – Rupiah masih terus mengalamai pelemahan terhadap dolar AS. Bahkan, mata uang Garuda ini telah menyentuh kisaran Rp 14.000-an per dolar AS.
Belum Ada Tanda Rupiah Menguat, Daihatsu Terpaksa Naikkan Harga Mobil
Angka ini ternyata telah jauh melebihi ekspektasi dari pabrikan mobil yang beredar di pasar Indonesia, termasuk di antaranya Daihatsu. Untuk menyesuaikan kondisi ini, mau tidak mau Daihatsu juga harus menaikkan harga jual produknya. Kenaikan harga mobil merk ini akan dimulai pada 1 Oktober 2015 mendatang.

“Ya, kami tentunya harus melakukannya (menaikkan harga). Namun, untuk melakukan ini kami secara cermat berdasar riset yakni dicari cara bagaimana besaran dan cara penyesuaian itu tidak memberatkan konsumen,” jelas Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, Minggu (20/9/2015) malam.

Meski sudah hampir pasti menaikkan harga produknya, Amelia belum bersedia menyebutkan besaran kenaikan yang akan diberlakukan tersebut. Alasannya, besaran tersebut masih harus menunggu kondisi perekonomian nasional.

“Yang pasti, tidak memberatkan, karena kami juga menyadari bahwa kondisi ekonomi masih sulit,” tambahnya.

Adapun asumsi yang ditetapkan oleh Daihatsu untuk kenaikan kurs dolar AS atas Rupiah adalah pada posisi Rp 11.500 – 12.000. Kondisi yang ada saat ini sudah jauh melebihi asumsi tersebut.

Dan bila Daihatsu tidak segera melakukan penyesuaian harga produk, maka keuntungan mereka juga akan semakin menciut. (Deni Suroyo – sisidunia.com)