Home » News » Penyerangan Masjid Al Aqsa Oleh Israel Adalah Bentuk Penistaan Terhadap Umat Muslim

Penyerangan Masjid Al Aqsa Oleh Israel Adalah Bentuk Penistaan Terhadap Umat Muslim



Yerusalem – Selama sepekan terakhir, sejak Minggu (13/9) hingga Kamis (17/9) lalu, Israel dikabarkan telah melakukan penyerangan di sisi Yerusalem Timur, serangan oleh kaum zionis tersebut juga memberi dampak pada Masjid Al Aqsa. Tak ayal, tindakan Israel yang dianggap sebagai bentuk penistaan terhadap kiblat pertama umat muslim itu menuai kemarahan dari seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia.

Penyerangan Masjid Al Aqsa Oleh Israel Adalah Bentuk Penistaan Terhadap Umat Muslim

Saiful Bahri selaku Ketua Asia Pacific Community (Aspac) for Palestine menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan umat Muslim Indonesia untuk membela kehormatan Masjid Al Aqsa.

“Yang harus dilakukan pertama, seluruh umat Islam di dunia harus diberikan kesadaran tentang penistaan yang dilakukan oleh umat Yahudi Israel terhadap Masjid Al Aqsha,” jelas Saiful.

Saiful menganggap hingga saat ini banyak umat muslim yang tak acuh ataupun tidak menyadari tindakan penistaan terhadap Masjidil Aqsa oleh para zionis Israel. Misalnya setelah sekian lama, umat Islam baru sadar adanya proses penggalian bawah tanah yang sengaja dibuat untuk menghancurkan Masjid Al Aqsa.

Meskipun tindakan tersebut sudah dihentikan, umat Islam seharusnya tetap awas akan tindakan zionis Israel, agar tidak ada lagi tindakan penistaan yang lebih buruk.

Selain proses penggalian jalan bawah tanah, tak banyak umat muslim yang mengetahui bahwa zionis Israel telah mengganti tembok tempat ditambatkannya buraq oleh Nabi Muhammad SAW dengan tembok ratapan.

“Maka, sangat penting bagi sesama saudara umat Islam untuk saling mengingatkan dan menyadarkan, agar umat Islam tidak diremehkan,” lanjutnya.

Tindakan selanjutnya yaitu bangsa Indonesia jangan membuka hubungan diplomatik ataupun hubungan dagang dengan Israel. (Rani Soraya – sisidunia.com)