sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Nama Soeharto Muncul Dalam Arsip G30S 1965 Milik CIA

Nama Soeharto Muncul Dalam Arsip G30S 1965 Milik CIA



Jakarta – Sekitar Kamis (17/9) lalu, Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) membuka arsip intelijen mereka yang memuat isu G30S PKI untuk konsumsi umum.
Nama Soeharto Muncul Dalam Arsip G30S 1965 Milik CIA
Arsip tersebut berupa sebuah memo singkat harian untuk presiden (PDB), selama periode 1961 – 1965. Dibukanya arsip rahasia yang berkaitan dengan sejarah penting bangsa Indonesia ini pun dimuat di Washington Post.

Dilansir dari Washington Post (Jumat, 18/9/2015), di dalam arsip memo tersebut, terdapat pula informasi mengenai upaya kudeta terhadap pemerintahan Presiden Soekarno, yang selama ini dikatakan telah didalangi oleh politbiro Partai Komunis Indonesia (PKI). Update mengenai pergerakan PKI di Indonesia ini ternyata merupakan informasi yang rutin dikirimkan oleh CIA kepada presiden AS pada periode 1961 – 1965 tadi.

Sesuai dengan undang-undang AS, arsip setebal 19 ribu halaman memo itu harus dibuka kepada publik karena status rahasianya sudah kadaluwarsa. Namun demikian, CIA tetap mengaku terlibat langsung di dalam G30S.

Dalam memo-memo tersebut, dikatakan bahwa aktor utama pecahnya konflik nasional di Indonesia adalah faksi militer yang dipimpin Soeharto, melawan perwira tinggi yang loyal terhadap PKI. Kedua pihak yang berkepentingan inilah yang membawa konflik tersebut semakin panas.

Salah satu paragraf dalam memo mengenai Gestok 1965, CIA mengatakan bahwa pratai komunis (PKI) siap menghadapi bentrok terbuka dengan tentara (pimpinan Soeharto). CIA pun memberikan rekomendasi kepada Presiden Lyndon B. Johnson, untuk sabar menunggu siapa yang keluar sebagai pemenang dalam konflik PKI kontra TNI tersebut.

Adapun peran langsung Presiden Soekarno saat itu tidak dibahas di dalam memo-memo CIA. Yang jelas, Soekarno dijadikan sebagai alasan bagi kedua belah pihak yang berkonflik untuk menjustifikasi aksinya. Sebab, kedua belah pihak sama-sama mengaku setia kepada presiden.

Uniknya, meski dirilis untuk konsumsi publik, banyak bagian di dalam memo CIA tersebut yang sudah disensor dengan cara distabilo putih. (Deni Suroyo – sisidunia.com)