sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Inilah Mitos Keperawanan Wanita yang Sering Salah Kaprah

Inilah Mitos Keperawanan Wanita yang Sering Salah Kaprah



Jakarta – Belum lama ini, Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, mengutarakan wacana tentang pengadaan tes keperawanan yang ditujukan kepada siswi di bangku sekolah. Meski sampai saat ini hal tersebut masih sebatas wacana, rencana Dinas Pendidikan Kota Prabumulih tersebut telah menuai berbagai kritik dari berbagai pihak.
Inilah Mitos Keperawanan Wanita yang Sering Salah Kaprah
Terlepas dari wacana tes keperawanan tersebut, ada beberapa mitos mengenai keperawanan seorang wanita. Mitos-mitos ini bahkan telah populer di kalangan masyarakat. Ada yang mempercayainya, adapula yang mentertawakannya. Berikut ini mitos-mitos tersebut:

Mitos 1:

Wanita yang masih perawan akan mengeluarkan darah ketika bercinta untuk pertama kalinya (malam pertama). Bila tidak, maka wanita tersebut sudah tidak perawan.

Mitos ini tidak benar, namun tidak pula salah. Sebab, darah yang dimaksud berasal dari selaput dara yang berada di dalam vagina wanita. Bila robek akibat hubungan intim, selaput dara ini memiliki potensi untuk mengeluarkan darah. Namun, hal ini tidak dialami oleh semua wanita.

Selaput dara tersebut bisa saja robek bukan karena hubungan intim, namun karena olahraga atau kecelakaan, yang dialami sebelum menikah.

Selain itu, selaput dara juga bersifat elastis dan fleksibel. Ketika robek, beberapa wanita tidak mengalami pendarahan dari selapur daranya.

Mitos 2:

Wanita yang sudah kehilangan keperawanannya berjalan dengan kaki mengangkang.

Mitos ini sangat tidak benar. Sebab, keperawanan seorang wanita tak berhubungan sama sekali dengan cara berjalan atau kondisi kaki seorang wanita.

Mitos 3:

Wanita yang pantatnya bundar atau kencang akan berubah menjadi rata dan kendur setelah kehilangan keperawanannya.

Mitos ini juga tak benar. Sebab, elastisitas otot bagian pantat tak berhubungan dengan kondisi keperawanan wanita.

Mitos 4:

Wanita yang masih perawan memiliki bentuk payudara yang kencang dan menunjuk ke atas.

Mitos ini tidak benar. Sebab, serupa dengan mitos tentang pantat, keperawanan tidak berhubungan dengan bentuk fisik payudara. Sebagai bukti, banyak juga wanita yang masih perawan namun memiliki payudara yang kendur dan menghadap ke bawah.

Mitos 5:

Urine Wanita yang masih perawan nampak bersih, bening, dan berkilauan.

Mitos ini merupakan kesalahan pemahaman. Sebab, keperawanan tidak bisa dideteksi dari urine. Yang bisa dideteksi dari urin adalah kehamilan. Jernih tidaknya urine sangat tergantung dari konsumsi makanan dan minuman seseorang.

(Deni Suroyo – sisidunia.com)