Home » News » Usulkan Kenaikan Gaji Presiden, PDIP Dinilai Mulai Lupa sebagai Partai Wong Cilik

Usulkan Kenaikan Gaji Presiden, PDIP Dinilai Mulai Lupa sebagai Partai Wong Cilik



Jakarta – Sejumlah kader partai Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDIP) telah lupa diri ketika kubunya berkuasa di pemerintahan. Sebab, bila dulu di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mereka begitu keras menyuarakan penolakan terhadap kenaikan gaji presiden, maka kini usulan kenaikan gaji presiden dan pejabat tinggi negara justru datang dari kubu mereka sendiri.
Usulkan Kenaikan Gaji Presiden, PDIP Dinilai Mulai Lupa sebagai Partai Wong Cilik
“Sekarang PDIP tengah berkuasa, jadi dia lupa pernah jadi oposisi. Jadi memang banyak partai-partai ini lupa bahwa apa yang mereka tolak ketika jadi oposisi dulu. Ini menunjukkan secara umum program partai kita ini sangat pragmatis, sangat situasional,” tutur pengamat politik Arya Fernandes.

Arya menilai, sikap PDIP ini bukanlah yang pertama terjadi. Dalam kasus kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), PDIP juga menunjukkan sikap yang serupa dengan saat ini.

Ketika mereka menjadi partai oposisi, PDIP dengan gencar menolak kenaikan harga BBM. Namun ketika sudah sukses mengusung Presiden Jokowi sebagai presiden Indonesia, mereka justru mendukung kenaikan BBM.

Arya menilai bahwa inilah penyakit kekuasaan. Bisa mengakibatkan lupa terhadap ‘wong cilik’ yang dahulu diperjuangkan dan diberi janji-janji manis.

Adapun usulan kenaikan gaji presiden dan pejabat tinggi negara pertama kali diutarakan oleh anggota Fraksi PDIP, Tagoer Abubakar. Ia mengusulkan agar gaji presiden dinaikkan hingga kisaran Rp200 juta. (Deni Suroyo – sisidunia.com)