sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Meteor dengan Keliling 10 km Dikabarkan Segera Berbenturan dengan Bumi, Kiamat kah?

Meteor dengan Keliling 10 km Dikabarkan Segera Berbenturan dengan Bumi, Kiamat kah?



Jakarta – Baru-baru ini, netizen dunia heboh dengan isu yang beredar yang mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada sekitar tanggal 22 hingga 28 September 2015. Penyabnya adalah meteor raksasa yang siap menghantam bumi.
Meteor dengan Keliling 10 km Dikabarkan Segera Berbenturan dengan Bumi, Kiamat kah?
Sebenarnya, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah menegaskan bahwa bumi tidak akan mengalami kiamat dalam waktu dekat ini. Namun demikian, seorang ahli juga sempat menyatakan bahwa meteor berukuran raksasa akan menghantam Bumi dan menghancurkan seluruh isinya.

Selain itu, muncul juga teori mengenai tanda-tanda kiamat sudah dekat dengan kemunculan Blood Moon, atau Bulan Darah.

Kedua ramalan dan tanda-tanda tadi (meteor dan Bulan Darah), dikatakan bisa memicu bencana alam di Bumi, seperti gempa, gunung meletus, dan tsunami.


Baca juga

Telah Memakan Korban 18 Orang Tewas, Tol Cipali Dinilai Angker

Melihat isu ini, Profesor Robert Walsh, direktur eksekutif riset di The University of Central Lancashire, mengajak para ahli untuk mengamati lebih teliti terkait kemungkinan adanya tabrakan meteor yang berpotensi menghancurkan bumi.

Walsh mengungkapkan, memang mayoritas warga Bumi tak menyadari bahwa setiap harinya, ada sekitar seratus ton benda langit yang datang menghantam Bumi. Namun, benda-benda tersebut hancur dan terbakar habis di lapisan atmosfer Bumi.

Bumi sendiri pernah mengalami hujan meteor yang luar biasa dahsyat pada jaman purba. Bencana ini diduga kuat menyebabkan dinosaurus punah.

Berkaitan dengan kiamat di akhir September 2015 nanti, Walsh menyatakan bahwa sebuah meteor dengan keliling sekitar 10 km memiliki lintasan gerak yang berpotensi menabrak Bumi. Meteor ini sangat berpotensi mendatangkan kiamat.

Namun demikian, NASA berpendapat bahwa jika memang temuan Walsh tersebut adalah benar, maka tentu saja meteor dengan ukuran sebesar itu sudah terlihat di teleskop NASA, ataupun teleskop lain yang ada di Bumi. Namun pihak NASA sendiri tidak menemukan adanya benda semacam itu. (Deni Suroyo – sisidunia.com)