sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Jokowi Diminta Turut Mengecam Serbuan Israel ke Masjid Al-Aqsa

Jokowi Diminta Turut Mengecam Serbuan Israel ke Masjid Al-Aqsa



Jakarta – Sejumlah negara muslim telah mengutarakan kecamannya terhadap Israel atas serangan yang dilancarkannya terhadap Masjid Al-Aqsa pekan ini. Turki, Yordania, Palestina, dan Mesir adalah beberapa negara yang terlebih dahulu mengecam aksi Israel tersebut.
Jokowi Diminta Turut Mengecam Serbuan Israel ke Masjid Al-Aqsa
Tak ketinggalan, Arab Saudi juga turut menyampaikan kecamanannya. Tak tanggung-tanggung, Raja Arab Saudi, Salman, bahkan menghubungi Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Inggris David Cameron, Presiden Prancis Francois Hollande, serta yang terakhir, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, untuk menyampaikan pernyataan sikapnya.

Salman pun meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera menindak Israel agar tida terus-menerus melanggar kesucian Masjid Al-Aqsa.

Di lain tempat, Presiden Indonesia, Joko Widodo, belum secara langsung menyampaikan sikapnya perihal masalah ini. Namun demikian, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan bahwa pihaknya akan segera membahas isu Masjid Al-Aqsa di dalam rapat PBB.

Sekretaris Umum Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Heri Efendi, mengatakan bahwa sikap Pemerintah Indonesia terkait isu ini sangat tidak tegas. Padahal, militer Israel telah sering melakukan tindakan semena-mena terhadap Masjid AL-Aqsa, serta kerap melanggar hukum kemanusiaan internasional.

“Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tinggal diam melihat pelanggaran hukum internasional ini,” ujar Heri.

Menurut Heri, Indonesia, yang merupakan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), harus bisa menyatukan suara untuk merespon masalah ini. Tekanan terhadap Israel tersebut tak hanya disampaikan secara retoris melalui pernyataan lisan, namun juga harus ditunjukkan dengan tindakan nyata. (Deni Suroyo – sisidunia.com)