sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tokoh Masyarakat Dan Agama Di Bali Sepakat Tolak Pernikahan Sejenis

Tokoh Masyarakat Dan Agama Di Bali Sepakat Tolak Pernikahan Sejenis



Denpasar – Dr Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Msi, selaku Ketua Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Bali, mengatakan bahwa pihaknya telah mendengar berita mengenai pernikahan sejenis yang sempat berlangsung di sebuah hotel di kawasan Ubud, Gianyar, Bali. Peristiwa yang kemudian diunggah ke media sosial tersebut tidak hanya menggegerkan masyarakat Bali, namun juga masyarakat Indonesia secara umum.
Tokoh Masyarakat dan Agama di Bali Sepakat Tolak Pernikahan Sejenis di Bali
Ardhana mengatakan bahwa peristiwa pernikahan sejenis itu merupakan bentuk kreativitas dalam persaingan antar-manajemen hotel. Namun demikian, langkah ini sudah keterlaluan.

“Saya menilai hal itu adalah bentuk dari sebuah persaingan kreativitas antarmanajemen hotel. Namun sayangnya, kreativitas tersebut sampai melabrak norma dan adat yang berlaku,” tutur Ardhana, yang merupakan tokoh Puri Ubud, serta pernah menjabat sebagai Bupati Gianyar.

Karena ketatnya persaingan di dunia pariwisata Bali, kadang kala pengelola hotel tergoda untuk melakukan berbagai cara demi mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Menurut Ardhana, perbuatan semacam ini harus dihindari. Norma dan adat setempat harus tetap dijunjung tinggi meski sektor pariwisata mengalami penurunan.


Baca juga

Heboh, di Madura Sholawatan Menggunakan Nada “Sakitnya Tuh Disini” Sambil Goyang Dangdut

Tentara Suriah Gempur Aleppo, 53 Warga Sipil Menjadi Korban

Ardhana, atau yang akrab disapa ‘Cok Ace’, mengatakan bahwa kejadian ini tak hanya melabrak norma, budaya, adat, dan hukum, namun juga mendatangkan citra negatif terhadap pariwisata Bali.

Saya sangat menyayangkan ini. Pariwisata juga akan dirugikan kalau idenya datang dari manajemen. Agar tidak merusak citra wisata jangan lagi terjadi hal yang menyangkut ke ranah-ranah sensitif. Pemerintah harus melakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Di lain tempat, Ketua Majelis Madya Desa Pekraman Gianyar, Anak Agung Gede Alit Asmara, belum bisa memastikan kebenaran berita ini. Untuk segera menyelesaikan kesimpangsiuran tersebut, pihaknya kini telah melakukan penyelidikan.

“Iya, saya dengar tadi. Tapi belum bisa dipastikan kebenarannya sejauh mana,” terangnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)