Home » Gaya Hidup » Manfaat Vitamin D untuk Menghambat Kepikunan

Manfaat Vitamin D untuk Menghambat Kepikunan



Jakarta – Dalam kurun waktu 50 tahun mendatang, kasus penyakit Azheimer dan dementia (kepikunan) diperkirakan akan semakin banyak ditemukan di seluruh dunia. Para peneliti pun mulai mempelajari apakah vitamin D mampu menghambat kemunculan dementia pada orang lanjut usia (lansia).
Manfaat Vitamin D Untuk Menghambat Kepikunan
Vitamin D sendiri bisa didapatkan dari matahari pagi dan dari sejumlah bahan makanan seperti kacang-kacangan dan lemak ikan.

Para peneliti menemukan bahwa rendahnya vitamin D di dalam tubuh bisa meningkatkan resiko terjadinya dementia dan Alzheimer. Penyakit kepikunan akut ini sangat menyusahkan tidak saja bagi penderita, namun juga bagi yang merawat.

“Saya pernah mengalami hal yang sangat buruk ketika saya mau masuk mobil, saya tidak hanya lupa mau pergi ke mana, tapi saya juga tidak tahu berada di mana,” ujar penderita dementia, Chris Roberts.


Baca juga

Gambar Meme Lucu #IStandWithAhmed Beredar di Dunia Maya

Jangan Sembarangan Menikah Sesama Jenis di Bali

Ilmuwan asal Amerika Serikat mempelajari lansia, yakni dengan mengukur kadar vitamin D dalam tubuh mereka serta mengukur kemampuan kognitif dari warga senior tersebut, seperti kemampuan untuk berpikir dan mengingat.

“Beberapa subyek menderita dementia parah, beberapa mengalami kerusakan kognitif ringan dan beberapa mempunyai apa yang kita sebut fungsi kognitif normal,” terang Dr. Joshua Miller dari Universitas Rutgers.

Dari penelitian tersebut, 60 persen dari total koresponden yang diteliti menderita kekurangan vitamin D. Kondisi ini diduga membuat lansia lebih cepat kehilangan daya ingat dibandingkan dengan lansia yang memiliki cukup vitamin D.

Kondisi mereka menurun dua setengah kali lebih cepat daripada mereka yang cukup memiliki vitamin D,” kata Miller.

WHO memperkirakan lebih dari 47 juta orang di dunia telah didiagnosa menderita dementia. Sekitar 60 persennya berasal dari negara berpenghasilan menengah hingga rendah. (Deni Suroyo – sisidunia.com)