sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Heboh, di Madura Sholawatan Menggunakan Nada “Sakitnya Tuh Disini” Sambil Goyang Dangdut

Heboh, di Madura Sholawatan Menggunakan Nada “Sakitnya Tuh Disini” Sambil Goyang Dangdut



Jakarta – Sholawat merupakan salah satu ritual keagamaan yang dilakukan oleh umat muslim untuk mendoakan dan memohonkan berkah untuk Nabu Muhammad SAW. Tentunya ibadah tersebut harus dilakukan dengan khusyuk dan khidmat karena bertujuan untuk menghormati dan memuliakan sang nabi.
Heboh, di Madura Sholawatan Menggunakan Nada "Sakitnya Tuh Disini" Sambil Goyang Dangdut
Namun demikian, baru-baru ini muncul pemberitaan bahwa langgam (nada) sholawat dilakukan dengan nada dangdut. Kegiatan yang cukup nyeleneh tersebut terjadi di Sampang, Madura.

Menyambut Hari Maulid Nabi, Rabu, 21 Januari 2015 lalu, warga di Sampang membacakan sholawat dengan langgam dangdut yang berirama lagu “Sakitnya Tuh di Sini”, sebagaimana dibawakan oleh pedangdut Cita Citata.

Suasana yang semula khusyuk pun berubah menjadi ramai dengan beberapa warga malah berjoget mengikuti irama dangdut.

Meski telah terjadi pada awal tahun lalu, berita ini menjadi “viral” setelah seorang pengguna YouTube dengan akun Shofiya Majeed mengunggah rekaman video dari kegiatan tersebut. Video itu diberi judul “”Sholawat, lagu: Sakitnya Tuh Disini”.


Baca juga

Tentara Suriah Gempur Aleppo, 53 Warga Sipil Menjadi Korban

Ada Tank Leopard Mangkal di Mal

Terkait isu ini, Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yaqub, tidak membenarkan kegiatan mengubah langgam sholawat semacam itu, apalagi sampai menggunakan langgam musik dangdut. Menurut Ali, lagu yang digunakan untuk bersholawat, serta joget yang dilakukan warga, tak lagi mencerminkan sikap hormat kepada Nabi Muhammad.

“Tidak dibenarkan yang seperti itu. Dari lagunya, jogetnya itu akhirnya itu tidak menghormati kepada siapa kita berselawat. Selawat itu kan berdoa tapi kalau dengan cara seperti itu ya tidak menghormati, malah melecehkan doa,” ujar Yaqub ketika dihubungi wartawan, Kamis (17/9).


(Deni Suroyo – sisidunia.com)