Home » Techno » Banyak Pengguna Tak Setuju Facebook Sediakan Tombol “Dislike”

Banyak Pengguna Tak Setuju Facebook Sediakan Tombol “Dislike”



San Francisco – Belum lama ini Facebook melemparkan sebuah wacana untuk menampilkan opsi dislike (tidak suka) di situs mereka. Wacana ini pun ramai dikomentari oleh pengguna jejaring sosial terbesar dunia tersebut.
Banyak Pengguna Tak Setuju Facebook Sediakan Tombol "Dislike"
Banyak di antara netizen — sebutan pengguna aktif internet, tidak setuju dengan ide dari CEO Facebook, Mark Zuckerberg, untuk menampilkan “tombol dislike”. Pengguna Facebook pun membanjiri laman Facebook resmi milik ZUckerberg dengan 3.000 komentar. Sebagian besar komentar tersebut menyatakan tidak suka atau tidak setuju.

Meski sebagian mengatakan apa salahnya menambahkan opsi dislike di Facebook, mayoritas pengguna berpendapat bahwa tombol dislike berpotensi menimbulkan ‘bully’ di dunia maya, serta bisa menimbulkan lebih banyak lagi perasaan negatif di dalam jejaring sosial ini.

Menurut ZUckerberg, pengguna Facebook telah lama mengharapkan adanya tombol dislike. Tim pengembang Facebook pun tidak harus secara gamblang menampilkan tombol bertuliskan “dislike/tidak suka” atau tombol jempol ke bawah (layaknya YoutTube) pada situs mereka. Tombol dislike tersebut bisa ditampilkan dalam bentuk simbol-simbol yang lainnya.

Penambahan tombol dislike ini dirasa wajar oleh Zuckerberg. Sebab, tak semua momen yang di share di Facebook merupakan momen yang bagus.

Selain itu, tombol dislike tersebut bisa juga digunakan untuk menunjukkan rasa empati terhadap sebuah postingan, misalnya tentang video kekerasan, perang, atau hal-hal buruk lainnya yang tak jarang muncul di “timeline” seseorang. Postingan semacam itu tentunya tak pantas mendapat respon like atau suka.

Para pengamat menilai bahwa isu tombol dislike ini tidak akan berpengaruh banyak terhadap keuntungan finansial Facebook. Saham Facebook hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,5 persen pada hari Rabu, beberapa saat setelah Zuckerberg mengumumkan wacana tombol dislike tersebut. (Deni Suroyo – sisidunia.com)