Home » News » Nama Mohamed Masih Menjadi “Momok” Bagi Warga AS

Nama Mohamed Masih Menjadi “Momok” Bagi Warga AS



Texas – Trauma usai tragedi 11 September 2001 masih melekat di Amerika Serikat. Wujud nyata Islamophobia itu terlihat dari ditangkapnya seorang bocah 14 tahun bernama Ahmed Mohamed, yang membawa hasil kreasi rakitan jam digital ke sekolah.

Nama Mohamed Masih Menjadi "Momok" Bagi Warga AS

Pihak sekolah yang takut muridnya membuat bom, melapor ke pihak kepolisian. Alhasil remaja keturunan Sudan ini diinterogasi layaknya seorang penjahat, bahkan kedua tangannya diborgol. Akhirnya Ahmed dibebaskan setelah beberapa jam ditahan pada Selasa (15/9) kemarin karena tidak terbukti melakukan aksi terorisme. Namun kisah Ahmed langsung mendunia dan mendapat beragam respons.

Seperti dilansir dari BBC (Kamis, 17/9/2015), penangkapan Ahmed langsung memicu kemarahan warga AS. Muncul tanda pagar #IStandWithAhmed sebagai wujud solidaritas atas perlakuan yang diterima Ahmed. Dalam 24 jam terakhir, tagar itu telah di-retweet lebih dari 600 ribu orang dari seluruh dunia.


Baca juga:
Jangan Pernah Memakai Hijab Asal-asalan Di Iran, Karena Akan Didenda Rp 3,6 Juta
Akibat Islamophobia, Jam Buatan Ahmed Mohamed Dicurigai Sebagai Bom Waktu

Presiden AS Barack Hussein Obama ikut mencuitkan dukungan buat Ahmed lewat akun Twitter-nya. “Ahmed, Jam yang kau bikin keren. Mau membawanya ke Gedung Putih? Kita butuh lebih banyak remaja sepertimu untuk menginspirasi perkembangan sains,” tulis Obama.

Tak hanya Obama, CEO Facebook Mark Zuckerberg, ikut memberikan dukungan buat Ahmed. Dia heran bagaimana bisa polisi melihat potensi terorisme dari bocah yang memakai baju logo NASA, tanda penggila teknologi, ke sekolah. “Punya kemampuan untuk menciptakan sebuah temuan seharusnya diganjar pujian, bukan penangkapan” tulis Zuckerberg yang kini tengah menanti kelahiran anak pertamanya.

Ya, seandainya nama remaja tersebut bukan Ahmed Mohamed, mungkin tidak akan ada kecurigaan berlebih hingga penangkapan tak berdasar ini ya? (Rani Soraya – sisidunia.com)