sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Techno » Dua Pria China Nekat Jual Ginjalnya Demi IPhone 6s

Dua Pria China Nekat Jual Ginjalnya Demi IPhone 6s



Jakarta – Popularitas iPhone 6s di Tiongkok nampaknya telah begitu tinggi. Smartphone canggih dan berkelas ini seakan telah menjadi “definisi kekinian” di Negeri Tirai Bambu.
Dua Pria China Nekat Jual Ginjalnya Demi IPhone 6s
Popularitas produk keluaran Apple Inc ini bahkan telah menyihir dua pria, yakni Wu dan Huang, untuk menjual ginjal mereka demi bisa membeli smartphone high-end tersebut.

Seperti dilansir dari China Daily (Selasa, 15/9/2015), awalnya diceritakan bahwa Wu sering ‘curhat’ kepada kawannya Huang tentang bagaimana dirinya memimpikan iPhone 6s. Namun dirinya tidak memiliki uang untuk membelinya.

Entah apa yang ada di benak kedua orang ini, Huang memberi masukan bahwa sebaiknya Wu menjual ginjalnya agar memiliki cukup uang untuk membeli iPhone 6s. Huang pun berjanji akan melakukan hal yang sama.

Kedua pria ini kemudian menghubungi agen penjual organ ilegal di dunia maya. Oleh si agen, keduanya diminta melakukan cek kesehatan ginjal di rumah sakit pada tanggal 12 September 2015. Namun sayang, agen tersebut tak kunjung muncul di rumah sakit sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

Wu merasa ada yang tidak beres dengan urusan ini. Kemudian ia membujuk Huang untuk membatalkan janji menjual ginjal. Saran Wu ini ditolak oleh Huang.

Tak ingin tertipu lebih jauh, Wu pun menelepon polisi setempat. Mengetahui kawannya menghubungi polisi, Huang pun melarikan diri dari Wu dan sampai saat ini belum ditemukan.

Dari sinilah kemudian jual-beli organ secara ilegal ini muncul ke permukaan. Sampai berita ini diterbitkan, Huang dan agen penjual organ yang dimaksud masih buron. Sementara Wu, ginjalnya “selamat” namun masih belum bisa mendapatkan iPhone 6s yang diimpikannya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)