sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Travel & Kuliner » Yang Belum Terbiasa Pasti Akan Mual Saat Berkunjung ke Pasar Tomohon

Yang Belum Terbiasa Pasti Akan Mual Saat Berkunjung ke Pasar Tomohon



Tomohon – Berlokasi di kawasan dataran tinggi Sulawesi Utara serta diapit oleh gunung-gunung berapi yang masih aktif, menjadikan Tomohon sebagai sebuah kawasan beriklim sejuk. Dengan iklim semacam ini, bunga-bunga eksotis pun tumbuh subur di sekitar kawasan tersebut. Keadaan inilah yang kemudian membuat Tomohon mendapat julukan sebagai Kota Seribu Bunga.
Yang Belum Terbiasa Pasti Akan Mual Saat Berkunjung ke Pasar Tomohon
Namun demikian, di balik indahnya alam Tomohon, kawasan ini menyimpan satu sisi mengerikan. Apakah itu?

Daerah yang berjarak 25 km dari pusat Kota Manado ini memiliki sebuah pasar jagal yang menjual berbagai daging dari hewan-hewan yang mungkin kurang lazim untuk dijadikan sebagai bahan makanan. Sebut saja, babi, kelelawar, tikus, biawak, sampai ular piton, tersedia di pasar daging ini.

Seorang guide asli Minahasa pun mengungkapkan kepada wartawan bahwa bagi masyarakat setempat, semua hewan itu bisa dimakan, baik dari darat, laut, maupun udara.

Di antara deretan daging hewan ekstrim tersebut, daging kelelawar, atau disebut juga paniki, merupakan komoditas yang paling banyak dicari di Pasar Tomohon.

“Ini Rp 15 ribu per ekor, harganya bisa naik kalau menjelang Natal dan Tahun Baru. Biasa orang cari paniki untuk acara dan pesta-pesta keluarga,” jelas Roy, seorang penjual daging di Pasar Tomohon.

Yang menarik, bila anda mengunjungi Pasar Tomohon di akhir pekan, maka daging-daging hewan yang dijual akan semakin bervariasi. Daging ular piton merupakan salah satu daging yang langganan muncul di akhir pekan.

Pasar Tomohon sendiri merupakan pasar tradisional terbesar di daerah ini. Meski terkesan “bikin mual” melihat adanya daging-daging ekstrim tersebut, pasar ini justru menjadi salah satu destinasi wisata favorit dari turis mancanegara. (Deni Suroyo – sisidunia.com)