sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Situs Pengganti revolusimental.go.id Dapat Anggaran Rp 200 Juta

Situs Pengganti revolusimental.go.id Dapat Anggaran Rp 200 Juta



Jakarta – Masih ingat dengan situs revolusimental.go.id? Situs yang dibuat oleh Kementerian pimpinan Puan Maharani dengan tujuan sebagai wadah masyarakat menyampaikan aspirasi, serta mendapat info seputar pemerintahan itu kabarnya tengah disiapkan penggantinya.

Situs Pengganti revolusimental.go.id Dapat Anggaran Rp 200 Juta

Kabar tersebut berhembus dari Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang menyatakan tengah membuat situs baru sebagai pengganti revolusimental.go.id. Kabarnya situs baru ini mendapat anggaran sekitar Rp 200 juta.

“Anggaran yang dipakai dari APBN Rp 200 juta untuk membuat dan mengelola,” kata Sesmenko PMK Sugihartatmo saat dijumpai wartawan pada Selasa (15/9).

Dengan anggaran Rp 200 juta, Sugihartatmo menyatakan pihaknya akan berusaha membuat situs yang bagus, apalagi anggaran tersebut bisa ditambah jika dirasa kurang.

Nantinya situs baru ini tidak akan memakai domain .go.id. Berbagai pihak yang berkepentingan juga akan dilibatkan.

“Kita libatkan Kominfo, Lemsaneg, libatkan Sekretariat Presiden, dan yang punya kompetensi di bidang itu, seperti Badan Ekonomi Kreatif,” pungkasnya.


Baca juga:
Belum 1 Tahun Memerintah Jakarta, Ahok Sudah Pecat 2500 PNS
Inilah 10 Tuntutan Guru Honorer yang Unjuk Rasa di Gedung DPR-RI

Di awal kemunculannya, situs revolusimental.go.id sempat bikin geger karena beredar kabar menghabiskan anggaran dana hingga Rp 140 M, namun kabar itu akhirnya diluruskan dengan total anggaran yang hanya Rp. 20 juta.

Tak cukup sampai disitu, kritik makin menjadi karena hanya sehari setelah launching, situs yang tampil sederhana itu tak lagi bisa diakses, dengan alasan karena terlalu banyak diakses masyarakat, hingga diretas oleh hacker.

Ya semoga saja situs penggantinya nanti bisa lebih mumpuni dan tidak malu-maluin lagi ya. (Rani Soraya – sisidunia.com)