Home » Ekonomi & Bisnis » Hati-hati, Kasus Penggelapan Dana “Rekber” di Kaskus Membuat Netizen Ketar Ketir

Hati-hati, Kasus Penggelapan Dana “Rekber” di Kaskus Membuat Netizen Ketar Ketir



Jakarta – Baru-baru ini dunia jual-beli online digegerkan oleh kabar penggelapan dana rekening bersama (rekber). Jumlah dana yang digelapkan pun tak tanggung-tanggung, yakni sebesar Rp 360 juta.
Hati-hati, Kasus Penggelapan Dana “Rekber” di Kaskus Membuat Netizen Ketar Ketir
Berdasarkan berita yang beredar, salah satu pengelola jasa rekber dengan nama akun Blackpanda diduga menggelapkan dana hasil kompilasi dari transaksi sejumlah member Kaskus yang menggunakan jasanya.

Sedikit penjelasan, rekber adalah satu konsep jasa pengelolaan rekening dimana pengelola rekber bertindak sebagai orang ketiga dalam sebuah transaksi antara pembeli dan penjual.

Ketika pembeli melakukan deal harga suatu barang dengan penjual, maka pembeli bisa menggunakan rekber untuk mentransferkan pembayarannya, sembari menunggu barang yang dibelinya dikirim oleh sang penjual. Ketika barang sudah di tangan, dan pembeli puas, maka pengelola rekber akan mentransferkan uang dari pembeli tadi menuju ke rekening milik penjual.

Singkat kata, rekber adalah jasa untuk “titip uang”.

Untuk kasus Blackpanda, diceritakan bahwa kasus ini bermula ketika salah satu penjual di Forum Jual Beli (FJB) Kaskus menggunakan rekber yang dikelola Blackpanda. Setelah ditunggu-tunggu, penjual tersebut tidak menerima transfer dana dari pembeli yang dikelola oleh Blackpanda.

“Sudah seminggu lbh dana kami semua tidak ada kabar dimana rimbanya, saya selaku seller lama di kaskus yg dri dulu cari duid di kaskus MHN ke admin2 kaskus untuk membantu kami,” tulis salah satu member Kaskus dengan akun feirha.

Tindakan ini kemudian terus berlanjut dan berlanjut hingga dana yang digelapkannya disinyalir telah mencapai angka Rp 360 juta.

Blackpanda, yang pemilik akunnya diketahui berinisial RW, domisili Surabaya, sempat memberikan pernyataan di Kaskus.

“Rekber blackpanda sementara stop dulu melayani transaksi dikarenakan adanya selisih antara pembukuan kami dan saldo di bank,” tulisnya.

Sebagai tindakan keamanan, Community Manager Kaskus menutup thread milik Blakcpanda yang diikuti oleh proses penyelidikan lebih mendalam. (Deni SUroyo – sisidunia.com)