Home » Gaya Hidup » Hai Para Suami, Ini Pesan Rasulullah untuk Anda yang Suka Pulang Malam

Hai Para Suami, Ini Pesan Rasulullah untuk Anda yang Suka Pulang Malam



Jakarta – Dalam kehidupan modern, kesibukan kerja tak jarang mengharuskan kita untuk bepergian lama dan pulang larut malam, atau bahkan dini hari, demi memenuhi nafkah bagi keluarga. Namun tahukah anda umat Muslim sekalian, Rasulullah SAW pernah berpesan tentang adab ketika pulang kepada istri kita di rumah.
Hai Para Suami, Ini Pesan Rasulullah untuk Anda yang Suka Pulang Malam
Rasulullah berpesan, “janganlah seorang laki-laki yang bepergian (safar), ia pulang mendatangi istrinya di malam hari”. Mungkin anda akan bertanya, Mengapa demikian?

Dalam kitab Al Ishabah, Ibnu Hajar Al Asqalani menceritakan asbabul wurud dari hadits tersebut.

Seorang sahabt nabi dikisahkan telah bepergian beberapa hari, dan pulang larut malam. Ketika hendak menemui istrinya, ia mendapati ada sosok bertubuh besar tengah tidur di samping istrinya.

Terpancing emosi, sahabat tersebut kemudian menghunuskan pedangnya dengan maksud menebas tubuh sosok mencurigakan tersebut. Namun untunglah, dia kemudian bis amenahan diri, lalu mencolek sang istri dengan pedang seraya bertanya, “siapa orang ini?”

Sang istri menjawab, “Ini Fulanah, si tukang sisir. Ia tadi mendandaniku dan karena terlambat pulang, ia menginap di sini.”

Alhamdulillah. Sahabat rasul hampir saja kehilangan kesabaran, salah faham, dan menebaskan pedangnya ke tubuh orang bertubuh besar tersebut, yang ternyata seorang wanita berprofesi tukang sisir.

Sahabat tersebut kemudian menceritakan pengalaman ini kepada Rasulullah. Rasul pun bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian lama bepergian, janganlah ia mendatangi istrinya di malam hari” (HR. Ahmad)

Mengapa Rasul melarang seorang suami yang pulang safar mendekati istrinya di malam hari? Riwayat yang lainnya mengatakan,

“Jika salah seorang dari kalian datang pada malam hari maka janganlah ia mendatangi istrinya. (Berilah kabar terlebih dahulu) agar wanita yang ditinggal suaminya mencukur bulu-bulu kemaluannya dan menyisir rambutnya” (HR. Muslim)

Inilah sebenarnya alasan dasar mengapa Rasul melarang suami yang telah lama bepergian untuk langsung tanpa ba-bi-bu “mendekati” sang istri.

Hal ini cukup masuk ke dalam logika. Sebab, jika suami secara mendadak menemui istrinya setelah lama tak berjumpa, tentu sang istri tidak memiliki kesempatan untuk membersihkan diri dan berdandan menyambut sang suami.

Oleh karena itu, hendaklah memberi kabar kepada istri bilamana anda akan pulang setelah bepergian lama, atau saat pulang larut malam, misalnya dengan telepon, sms, atau pesan menggunakan media sosial. (Deni Suroyo – sisidunia.com)