sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Tidak Hanya Suriname, Negara-negara Ini Juga Gunakan Bahasa Jawa

Tidak Hanya Suriname, Negara-negara Ini Juga Gunakan Bahasa Jawa



Jakarta – Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah dari Republik Indonesia yang biasa digunakan oleh orang-orang bersuku Jawa. Bahasa ini mayoritas digunakan masyarakat yang tinggal di provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga sebagian Jawa Barat. Bahasa ini juga kerap ditemukan di daerah-daerah lain di Indonesia yang dahulunya pernah didatangi oleh suku Jawa dalam jumlah besar dan mereka mempertahankan budaya Jawa dalam kehidupan sehari-harinya.
Tidak Hanya Suriname, Negara-negara Ini Juga Gunakan Bahasa Jawa
Selain di wilayah Indonesia, tahukah anda bahwa bahasa Jawa juga ditemukan di negara lain? Berikut ini lima negara yang sebagian penduduknya juga menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-harinya.

1. Republik Suriname

Negara ini dulunya bernama Guiana Belanda. Negara ini berada di wilayah Benua Amerika, tepatnya di Amerika Selatan.

Di Suriname, terdapat sekitar 75.000 orang penduduk bersuku Jawa. Mereka awalnya datang jauh-jauh ke wilayah ini pada tahun 1890-1939 karena dibawa oleh Pemerintah Hindia-Belanda.

2. Singapura

Di negara tetangga Indonesia ini juga banyak ditemukan masyarakat bersuku Jawa. Pada tahun 1825 hingga 1965, banyak orang Jawa yang berasal dari Jawa Tengah didatangkan ke Singapura untuk menjadi buruh perkebunan, pekerja konstruksi jalan, pekerja konstruksi kereta api, dan lain-lain.

Mereka yang datang ke Singapura sebagian tidak kembali ke Indonesia dan menetap di sana. Permukiman orang Jawa pun dapat ditemukan di tepi Sungai Rochor, yang dikenal dengan kawasan Kampung Jawa. Selain itu, terdapat pula pemukiman orang Jawa lainnya yang relatif lebih baru yakni di Kallang Airport Estate.

3. Malaysia

Masih di sekitar Asia Tenggara, di wilayah Malaysia juga banyak ditemukan orang Jawa, yang datang kemari pada tahun 1900-an karena himpitan ekonomi. Meski dalam kehidupannya mereka masih memakai adat Jawa yang kental, saat ini mereka telah resmi menjadi warga negara Malaysia dan terikat dengan hukum dan undang-undang setempat.

Orang Jawa di Malaysia banyak ditemui di Negeri Selangor, seperti daerah Kuala Selangor, Sepang, Sabak Bernam, Kelang, Sabak Bernam, dan Banting.

4. Belanda

Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, ternyata banyak orang Jawa yang dikirim kembali ke Belanda untuk dijadikan budak. Setelah konsep perbudakan dihapuskan, masyarakat Jawa pun mulai berkembang di sana.

Orang Jawa di Belanda masih mempertahankan kebudayaan Jawa dalam kehidupan sehari-harinya. Bahkan. kebudayaan Jawa, khususnya bahasa Jawa, berhasil menarik minat orang Belanda untuk mempelajarinya.

Di Belanda pun terdapat universitas yang menjadi gudangnya studi kesusastraan Jawa, yaitu Universiteit Leiden, yang berdiri sejak 1575. Di kampus ini terdapat beberapa naskah Jawa kuno yang masih terawat dengan baik.

5. Kaledonia Baru

Kaledonia Baru adalah sebuah negara yang terletak di selatan Samudera Pasifik. Orang Jawa yang datang ke tempat ini dahulunya dikirim sebagai pekerja kontrak. Proses perpindahan orang Jawa ke Kaledonia Baru kurang lebih sama dengan Suriname.

Meski beberapa generasi tua masih mempertahankan budaya dan bahasa Jawa, para pemuda bersuku Jawa di Kaledonia Baru tidak begitu mahir berbahasa Jawa dan lebih fasih berbicara dalam bahasa Perancis.

(Deni Suroyo – sisidunia.com)