sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Seorang Ibu Sebut Ahok dan Veronica Tan Telah Berhasil Memiskinkan Warga

Seorang Ibu Sebut Ahok dan Veronica Tan Telah Berhasil Memiskinkan Warga



Jakarta – Beberapa komunitas yang menaungi sejumlah warga Jakarta, Minggu (13/9) kemarin terlihat menyambangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di kawasan Jakarta Pusat. Mereka menyampaikan keluh kesah terhadap kebijakan Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Seorang Ibu Sebut Ahok dan Veronica Tan Telah Berhasil Memiskinkan Warga

(Rusunawa Marunda. Sumber Foto: Antara)

Keluhan yang disampaikan terutama terkait kebijakan penggusuran warga yang tinggal di bantaran kali.

Salah satu yang paling vokal menyuarakan pendapatnya adalah Ibu Haryati, perwakilan dari Komunitas Muara Baru, Waduk Pluit.

Ibu paruh baya itu menilai Ahok, sapaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, merupakan sosok yang lihai memberi pencitraan baik di mata masyarakat. Ia menilai Ahok telah sukses memiskinkan warga Jakarta, contoh kasusnya adalah kompensasi berupa pemberian rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) bagi warga korban penggusuran di bantaran kali.

“Pak Gubernur fitnah kami. Kami disangka orang yang jual beli rusun. Kami demo karena apa adanya. Pemprov kita pencitraannya bagus. Padahal tidak,” ujar Haryati.

Haryati melanjutkan, rusunawa yang diberikan oleh Pemprov DKI tidak seperti yang diberitakan media selama ini. Dalam delapan bulan terakhir, warga justru kekurangan air dan terpaksa harus membeli.

Tidak hanya Ahok, Haryati juga menyebut istri mantan Bupati Bangka-Belitung itu sosok yang pintar melakukan pencitraan. Hal ini tercermin dari kedatangan Veronica Tan yang memberi bantuan di Pos Layanan Terpadu Muara Baru.

“Ibu Veronica datang memberikan bantuan. Kami berpikir, pasti ada truk lain yang bawa bantuan. Ternyata tidak, yang diberikan itu ya cuma satu dus. Apa lagi namanya kalau pencitraan?,” pungkas Ibu Haryati. (Rani Soraya – sisidunia.com)