Home » Gaya Hidup » Profesor Astronomi Ungkap Alam Semesta yang Sudah Sakit Parah

Profesor Astronomi Ungkap Alam Semesta yang Sudah Sakit Parah



Sydney – Alam semesta sedang sekarat! Setidaknya itulah kesimpulan yang diambil oleh para ahli astronomi setelah melakukan penelitian terhadap sekitar 200 ribu galaksi di alam semesta yang bisa di obervasi dari bumi.
Profesor Astronomi Ungkap Alam Semesta yang Sudah Sakit Parah
Menurut hasil survey dan penelitian terhadap 200 ribu galaksi dengan menggunakan tujuh teleskop terkuat dunia, energi yang dihasilkan dari galaksi-galaksi tersebut diperkirakan hanya setengah kekuatannya sejak keberadaannya di alam semesta dua miliar tahun yang lalu. Yang lebih mengkhawatirkan, proses meredupnya energi galaksi ini masih akan terus berlanjut.

“Kekuatan alam semesta ditakdirkan akan menurun sejak sekarang, seperti orang berusia tua, dan berlangsung selamanya,” jelas Profesor Simon Driver, pemimpin penelitian dari International Centre for Radio Astronomy Research (ICRAR), yang berlokasi di Australia Barat.

Disebutkan bahwa para peneliti mengkompilasi data dari teleskop-teleskop tercanggih di dunia, seperti GALEX dan WISE di Amerika Serikat, VIST dan VST di Chili, serta teleskop Herschel milik European Space Agency (ESA) di Eropa.

Dalam penelitan yang belum pernah dilakukan sebelumnya ini, para ahli astronomi berhasil memetakan dan membuat model dari semua bentuk energi yang dihasilkan di alam semesta saat ini. Kemudian, mereka melakukan pemetaan sejarah perkembangan energi alam semesta, yang dimulai sejak Big Bang.


Baca juga

Punya Koin Ini ? Harganya Kini Mencapai Rp 70 Milyar

Simak, Makan Menggunakan Tangan Ternyata Jauh Lebih Sehat

Sebagai informasi, seluruh bentuk energi di alam semesta berasal dari Big Bang, yang merupakan sebuah awal penciptaan alam semesta. Energi tersebut kemudian terkunci sebagai massa di dalam planet-planet atau bintang-bintang yang tersebar di alam semesta.

Sebagai contoh simpel, sinar yang dihasilkan oleh bintang adalah hasil perubahan bentuk dari massa menjadi energi, sebagaimana telah dijabarkan oleh Albert Einstein, sesuai persamaannya yang terkenal yaitu E = MC kuadrat. Namun, proses-proses ini telah menguras energi alam semesta secara terus-menerus.

“Sementara sebagian besar energi tumpah di sekitar benda angkasa pada waktu setelah Big Bang meledak, energi tambahan terus-menerus dikeluarkan oleh bintang saat mereka menggabungkan unsur-unsur seperti hidrogen dan helium secara bersama-sama,” terang Driver. (Deni Suroyo – sisidunia.com)