sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » AS Temukan Indikasi ISIS Gunakan Senjata Kimia di Irak dan Suriah

AS Temukan Indikasi ISIS Gunakan Senjata Kimia di Irak dan Suriah



Washington – Pejabat Amerika Serikat (AS) belum lama ini melaporkan kepada kantor berita Inggris, BBC, bahwa pihaknya menemukan indikasi bahwa kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah menggunakan senjata kimia dalam sejumlah serangannya di Suriah dan Irak.
AS Temukan Indikasi ISIS Gunakan Senjata Kimia di Irak dan Suriah
Setidaknya, empat peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh ISIS di sekitar perbatasan Irak dan Suriah terindikasi menggunakan senjata kimia mustard. Pejabat AS yang tak ingin dipublikasikan namanya tersebut mengatakan bahwa senjata kimia mustard yang digunakan ISIS berbentuk bubuk.

Keterangan pejabat AS ini kemudian diverifikasi oleh kontributor BBC di perbatasan Turki dan Suriah. Mereka telah menemukan bekas atau tanda-tanda penggunaan senjata kimia mustard tadi.

Pihak AS meyakini bahwa ISIS telah memiliki sebuah sel (satuan kecil pasukan) yang secara khusus ditugaskan untuk mengembangkan dan membuat senjata-senjata kimia.

Senjata kimia mustard tersebut dibuat dalam bentuk serbuk, dan digunakan bersamaan dengan senjata konvensional lainnya, seperti misalnya peledak mortir. Senjata ini kemudian ditembakkan ke arah pasukan Pemerintah Irak atau Suriah.

Ketika senjata tersebut meledak, maka siapapun yang terpapar oleh asap ledakannya akan melepuh.


Baca juga

Jumlah Korban WNI Insiden Crane Masjidil Haram Menjadi 7 Orang

Fakta Baru Musibah Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Komunitas intelijen dari Koalisi Anti-ISIS mensinyalir ada tiga kemungkinan penjelasan tentang bagaimana ISIS bisa mendapatkan senjata mengerikan tersebut.

Yang pertama, bisa saja ISIS membuat atau mengembangkannya sendiri. Yang kedua, kelompok keji tersebut menemukan senjata semacam ini di gudang-gudang senjata Irak dan Suriah yang telah lama ditinggalkan. Lalu yang ketiga, mereka mendapatkannya dari pasar gelap. (Deni Suroyo – sisidunia.com)