sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Warga Bidara Cina Mendapat Perlakuan Berbeda Dari Ahok Dibanding Kampung Pulo

Warga Bidara Cina Mendapat Perlakuan Berbeda Dari Ahok Dibanding Kampung Pulo



Jakarta – Perbedaan perlakuan terlihat kala Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menangani proses penggusuran warga Bidara Cina jika dibandingkan dengan Kampung Pulo.

Warga Bidara Cina Mendapat Perlakuan Berbeda Dari Ahok Dibanding Kampung Pulo

Ahok menjelaskan jika tanah Kampung Pulo sudah jelas merupakan tanah milik negara tanpa adanya sertifikat status kepemilikan. Sedangkan untuk Bidara Cina, Ahok mengungkapkan jika tanah disana memiliki tiga sertifikat atas nama pribadi.

“Itu semua punya sertifikat, kasus bidara cina beda dengan kampung pulo. Jadi mereka sudah duduk di atas tanah sertifikat orang lain. Yang jiwa serata, hengki, dan Pemda (Pemerintah Daerah). Pemda sertifikat loh bukan tanah negara,” jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat (Jumat, 11/9/2015).

Oleh karena itu, Pemprov pun membayar ganti rugi kepada pemilik sertifikat. Bukan kepada warga yang mendudukinya.

Ahok pun menyarankan kepada pemilik sertifikat tanah untuk segera memberikan uang ganti rugi kepada semua warga yang membangun bangunan di atas tanah Bidara Cina.

“Cuma yang pas punya Hengki kita bilang mau nggak kamu kalau dibayar, ya seperempatnya kamu bagi deh ke yang dudukin tanah kamu,” ujarnya.

Ahok pun mengaku bingung kepada warga Bidara Cina yang menuntut ganti rugi Rp 25 juta /meter padahal mereka tidak memiliki kekuatan hukum. (Yayan – sisidunia.com)