Home » News » Apakah Menurut Permadi Kondisi Indonesia Saat Ini Sama Dengan Tahun 1998 ?

Apakah Menurut Permadi Kondisi Indonesia Saat Ini Sama Dengan Tahun 1998 ?



Jakarta – Kondisi perekonomian Indonesia saat ini dianggap Permadi SH, politikus dan pengamat politik alumni Universitas Indonesia, merupakan yang paling buruk sepanjang sejarah berdirinya Indonesia.

Apakah Menurut Permadi Kondisi Indonesia Saat Ini Sama Dengan Tahun 1998 ?

Buntut dari kondisi saat ini akan terjadi revolusi yang sangat besar, sehingga Joyoboyo menjongkokan, akan terjadi goro-goro yang sangat besar oleh alam dan juga manusia. Karena apa, sekarang ini kejahatan sudah melanda semua orang, mulai dari presiden, menteri, DPR, polisi, jaksa, semua sudah korup. Malah KPK bisa disogok, rakyat pun ikut -ikut.


Baca juga:
Gawat, Permadi Ramalkan Jokowi Akan Jatuh Tahun 2016 Mendatang
Apa Isi Ramalan Permadi Terkait Kondisi Indonesia Saat Ini ?

Ini makin buruk dan akan diperburuk lagi dengan situasi perekonomian. Situasi sekarang ini yang sudah krisis, tetapi tidak ada gaung dari pemerintah untuk bergerak cepat, Jokowi memang telah membuat strategi namun pernyataannya bertolak belakang, Jokowi menganggap ekonomi Indonesia masih baik ketimbang 98 dan 2008.

“Jokowi itu kan senangnya bersumpah demi Allah saya akan ini, saya akan itu, saya tidak akan ini saya tidak akan itu, tapi semua dilanggar oleh dia. termasuk pada saat dia menjadi presiden, saya bersumpah tidak akan menaikkan harga BBM, tetapi ketika Jusuf kalla mendorong kenaikan harga BBM, Jokowi arahnya berganti, demi Jusuf Kalla BBM dinaikkan. Tadinya demi Allah tidak akan menaikkan BBM, jadi semua sumpahnya dilanggar. Waktu jadi gubernur demi Allah saya tidak akan jadi presiden, saya akan menjadi gubernur selama lima tahun. Pakai demi allah dia. Nah kalau orang sudah begitu, saya tidak berani menjokokan, dikira nanti saya benci, dikira nanti saya like and dislike tapi saya akan memberi contoh pewayangan.” jelas Permadi.

“Di wayang, itu ada lakon petruk jadi ratu. Petruk itu pembantu tetapi berambisi untuk menjadi pemimpin, padahal petruk itu bodoh tidak mempunyai pendidikan tinggi tapi ingin jadi raja. Dia mohon pada Tuhan, dan mengapa Tuhan mengabulkan, karena Tuhan ingin mengubah hidupnya melalui goro-goro. Jadi petruk betul betul sakti pada waktu itu. semua raja yang menentang dia kalah, raja mana pun yang datang tunduk semua, nah petruk itu kan bodoh, mengangkat pembantu pembantu seenaknya, temen-temenya, sehingga kerajaan saat itu kacau balau. Akhirnya semar marah dikentuti sama semar, hancur semua, timbul goro goro, revolusi pada waktu zaman wayang dulu muncullah satrio piningit ya itu Tarugesit, makmur kembali jaya.” pungkas politikus yang sempat menjadi petinggi PDI-Perjuangan tersebut. (Rani Soraya – SisiDunia.com)