Home » News » Apa Isi Ramalan Permadi Terkait Kondisi Indonesia Saat Ini ?

Apa Isi Ramalan Permadi Terkait Kondisi Indonesia Saat Ini ?



Jakarta – Kondisi perekonomian Indonesia yang makin memburuk dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang tak kunjung membaik, membuat Permadi SH melontarkan ramalan yang cukup mengerikan.

Apa Isi Ramalan Permadi Terkait Kondisi Indonesia Saat Ini ?

Menurut ramalannya yang berdasarkan Jongko Joyoboyo, tahun 2016 mendatang pemerintahan Presiden Joko Widodo akan lengser, diiringi dengan revolusi rakyat besar-besaran. Lalu bagaimana isi selengkapnya dari ramalan Permadi? Kita simak selengkapnya dari hasil wawancara SisiDunia dengan Permadi SH berikut.

Permadi mengungkapkan ramalannya ini bukan berdasarkan suka atau benci dengan pemerintahan saat ini, Tetapi benar-benar dari pemahaman kejawen yang dia anut. Meskipun ramalan itu sendiri ada percaya dan mengakui benar, namun adapula yang tidak percaya.


Baca juga:
Gawat, Permadi Ramalkan Jokowi Akan Jatuh Tahun 2016 Mendatang

“Saya terus terang tidak diminta untuk jadi populer, ramalan saya untuk Indonesia sekarang ini pasti akan terjadi goro-goro, yang dalam bahasa politiknya adalah revolusi rakyat. Karena kondisi dan situasi yang sudah sedemikian hebatnya, rakyat sudah hampir tidak tahan, sementara pemerintah bersama menteri-menterinya masih adem ayem menganggap tidak ada apa-apa. Nah pada suatu saat ini akan meledak, karena apa? Di Indonesia sebenarnya rakyat itu tidak pernah berevolusi sendiri atas inisiatif rakyat.” jelas Permadi.

Menurut Permadi, dari zaman penjajahan Belanda, rezim Bung Karno, hingga rezim Pak Harto, rakyat sebenarnya tidak akan berevolusi jika tidak ada campur tangan Tuhan. Karena mereka semua sebenarnya takut.

Sementara sejak lengsernya Pak Suharto, Pak Habibie, Gusdur, Mega, SBY, dan Jokowi, adalah presiden-presiden yang tidak dijongkokan dalam Jongko Joyoboyo. Dalam Jongko Joyoboyo hanya memuat tiga kesatria, Satria Kinigoro itu Bung Karno, satria Muktiwibowo itu Pak Harto, dan Satria Piningit yang akan datang dan belum muncul.

Permadi menganggap presiden-presiden setelah rezim Pak Harto hanyalah pelengkap untuk menjadikan Indonesia semakin buruk dan semakin terpuruk. Hingga akhirnya diramalkan puncak dari keterpurukan baru nanti muncul goro-goro atau revolusi rakyat, dimana nanti muncul seorang Satria Piningit. Bagaimana caranya, Tuhan yang mengatur. (Rani Soraya – SisiDunia.com)