Home » News » Pesona Kecantikan Lucy Kurniasari Bisa Saja Menyulitkan Risma Di Pilkada Surabaya

Pesona Kecantikan Lucy Kurniasari Bisa Saja Menyulitkan Risma Di Pilkada Surabaya



Surabaya – Pasangan Tri Rismaharani dan Wishnu Saktia Buana akhirnya akan mendapat lawan dalam gelaran pemilihan kepala daerah Surabaya.

Pesona Kecantikan Lucy Kurniasari Bisa Saja Menyulitkan Risma Di Pilkada Surabaya

Berdasar pengamatan tim SisiDunia (Kamis, 10/9/2015), setelah dua kali gagal mengajukan pasangan calonnya, kali ini koalisi PAN dan Partai Demokrat akhirnya secara resmi mendaftarkan Rasiyo dan politikus cantik dari Partai Demokrat, Lucy Kurniasari, untuk mencoba melawan pasangan Risma-Wishnu.

Nah, lalu siapa sosok cantik politikus Lucy Kurniasari yang berani menantang Bu Risma dalam Pilkada Surabaya? Yuk, kita cari tahu.

Lucy Kurniasari lahir di Surabaya, 4 Februari 1968. Ia menyelasikan studi S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) tahun 1986-1991.

Waktu masih duduk di bangku kuliah, Lucy tergolong mahasiswa yang aktif berorganisasi. Selain tergabung menjadi anggota Senat STIESIA Surabaya di tahun 1987, Lucy juga aktif di Paguyuban Cak dan Ning Surabaya setahun sebelumnya.

Ibu empat anak ini menjadi salah satu kader Partai Demokrat yang berhasil melenggang ke Senayan sebagai Anggota DPR periode 2009-2014 dan duduk di Komisi I DPR bidang pertahanan, luar negeri dan intelijen.

Saat itu Lucy melaju ke Senayan berkat menang dengan perolehan suara sebesar 40.555 (27,7 persen) untuk Dapil Jawa Timur I yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

Selain aktif di dunia politik, ternyata istri dari Drs. Agus Ferry Yusuf ini juga piawai di bidang bisnis. Hal itu terbukti dari pengalamannya menjabat posisi penting di berbagai perusahaan.

Berikut pengalaman karirnya di beberapa perusahaan:

Direktur Utama PT Kurnia Mandiri Surabaya (1986-1989)
Direktur Utama PT Exatama Surya Cipta Surabaya (1993-1995)
Direktur Utama PT. Niaga Mobil, Jakarta (1989-1992)
Komisaris PT Exatama Mediasindo Jakarta (1995-sekarang)

(Rani Soraya – sisidunia.com)