sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Jelang Idul Adha, Mantan Pramugari Banting Stir Jadi SPG Sapi Kurban

Jelang Idul Adha, Mantan Pramugari Banting Stir Jadi SPG Sapi Kurban



Depok – Sales Promotion Girl (SPG) sangat wajar ditemui di kawasan pertokoan, mall, pameran otomotif, atau bahkan acara musik dengan sponsor produk rokok. Namun tahukah anda, beberapa SPG juga bisa ditemui di tempat penjualan hewan kurban?
Jelang Idul Adha, Mantan Pramugari Banting Stir Jadi SPG Sapi Kurban
SPG tersebut bertugas di Mal Sapi Qurban milik Haji Doni, yang berlokasi di Depok, Jawa Barat. Selain sapi-sapi yang ditawarkan, SPG yang cantik-cantik tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjng yang mampir.

SAlah satu SPG bernama Dea, bahkan mengaku sempat bekerja sebagai pramugari di sebuah maskapai penerbangan swasta di Indonesia. Dea mengatakan baru bekerja selama satu tahun di perusahaan properti milik Haji Doni, atau yang dikenal pula dengan nama Romdoni.

Pada saat diterima kerja, Dea mengaku kaget ketika mengetahui bahwa seluruh pegawai wanita dari Haji Doni harus bersedia memasarkan sapi.

“Awalnya risih juga. Saya memang kerjanya di perusahaan properti Pak Haji, yang di dalam ruangan ber-AC dan wangi. Sempat kaget ditugasin ke sini. Ini baru kali pertama jadi SPG sapi” ujar Dea, Rabu (9/9/2015).
Jelang Idul Adha, Mantan Pramugari Banting Stir Jadi SPG Sapi Kurban
Dea pun sempat berbagi pengalamannya bekerja di sekitar hewan pemamahbiak tersebut. Suatu saat, datang seorang pembeli yang bertanya mengapa harga sapi Bali sangat tinggi. Dea pun menjelaskan alasannya sembaru berdiri di dekat sapi Bali yang dimaksud, Tak berapa lama, dirinya tiba-tiba diseruduk oleh sapi tersebut.

Namun demikian dirinya tak sampai mengalami cedera parah. Dan kejadian tersebut pun menjadi pengalaman unik yang tak bisa dilupakannya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)