Home » Gaya Hidup » Dengan Cara Ini Matematika Bukan Lagi Menjadi Pelajaran yang Menakutkan

Dengan Cara Ini Matematika Bukan Lagi Menjadi Pelajaran yang Menakutkan



Jakarta – Belum lama ini, ilmuwan-ilmuwan cilik berhasil menciptakan sebuah alat permainan yang unik. Alat permainan berjenis ‘board game’ tersebut menggabungkan sepak bola dengan matematika. Lalu seperti apa alat tersebut?
Dengan Cara Ini Matematika Bukan Lagi Menjadi Pelajaran yang Menakutkan
Alat permainan ini disebut SOccer Math, atau lebih lengkap lagi bernama Soccer Math Bima Kuat Kataku.

Board game ini menggabungkan konsep sepak bola dengan sejumlah konsep matematika, seperti bilangan prima, kuadrat, kali, tambah dan kurang. Dari konsep-konsep inilah muncul singkatan “Bima Kuat Kataku”.

Wujud permainan Soccer Math ini menyerupai ular tangga. Papannya berbentuk persegi, dan bisa dimainkan oleh 4 orang yang berada di tiap-tiap sisinya.


Baca juga

Ingin Hidup Bahagia? Jauhi Tipe Teman Semacam Ini

Ingin Payudara Lebih Besar ? Gunakan Bra Getar Ini

Alat bantu mainnya mirip permainan monopoly, yakni menggunakan bidak, dadu, dan setumpuk kartu yang berisi soal cerita yang tentu isinya adalah hal-hal berbau matematika.

“Kalau jatuh di kotak yang ada lingkaran merah, boleh loncat vertikal ke bilangan kuadrat. Kalau kotak yang ada tanda segitiga, loncat ke bilangan prima,” terang Nabil Ibadurrahman, siswa kelas 1 SMP di Jakarta yang merancang permainan ini bersama temannya, Muhammad Ali Zainal Abidin.
Dengan Cara Ini Matematika Bukan Lagi Menjadi Pelajaran yang Menakutkan
Nabil menjelaskan, saat bidak salah satu pemain telah mencapai sisi permainan lawan yang ditandai sebagai ‘gawang’, maka hal tersebut dianggap sebagai sebuah gol. Tanda-tanda yang berada di papan, serta soal cerita di tiap kotaknya bisa menjadi bonus ataupun rintangan untuk mencetak gol tadi. Para pemainnya dituntut untuk cekatan dalam berhitung agar bisa mencetak gol sebanyak mungkin.

Sang kreator, Nabil dan Ali, memang mengaku menyukai sepak bola, dan ngefans dengan klub Real Madrid. Karya inovatif mereka ini pun berhasil lolos menjadi finalis Kalbe Junior Scientist Award 2015. (Deni Suroyo – sisidunia.com)