sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Mahkamah Kehormatan DPR Segera Periksa Setya Novanto dan Fadli Zon

Mahkamah Kehormatan DPR Segera Periksa Setya Novanto dan Fadli Zon



Jakarta – Setelah sekian lama menjadi polemik, Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan akan memeriksa Ketua DPR RI, Setya Novanto, dan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, dengan dugaan pelanggaran etika. Kedua tersangktu kasus ini akibat menghadiri acara kampanye cari bakal calon presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Mahkamah Kehormatan DPR Segera Periksa Setya Novanto dan Fadli Zon
“Kami mengambil inisiatif menyidangkannya tanpa menunggu pengaduan,” ujar Syarifuddin Suding, anggota Mahkamah Kehormatan DPR, seusai sidang, Senin (7/9/2015).

Syarifuddin mengatakan bahwa Mahkamah berinisiatif mengusut kasus ini karena kehadiran Setya dan Fadli dalam acara tersebut telah menimbulkan polemik. Mahkamah, yang terdiri atas 17 orang perwakilan dari berbagai fraksi, akan menilai jenis pelanggaran apa yang telah dilakukan oleh Setya dan Fadli di sela-sela acara kunjungan kerja ke AS tersebut.

Bila pelanggaran yang dilakukan politikus asal Partai Golkar dan Gerindra tersebut dinilai berat, maka keduanya bisa dijatuhi sanksi berupa pemecatan.

“Kalau berat, bisa dipecat,” jelas Syarifuddin.


Baca juga

Media Singapura Soroti Jam Tangan Mewah Setya Novanto Saat Hadiri Kampanye Trump

Hari Ini, Rupiah Semakin Terpuruk di Level 14.300

Sementara itu, Senin (7/9/2015) sejumlah fraksi di DPR telah menyusun pengaduan atas Setya dan Fadli. Pengaduan berjudul “Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Pimpinan DPR RI” itu telah disusun sejumlah politikus dari beberapa fraksi. Hal ini sudah jelas bisa menyudutkan posisi Setya dan Fadli.

Namun demikian, Setya tetap yakin bahwa kehadirannya di dalam acara kampanye Donald Trump tidaklah melanggar kode etik. Menurutnya, kegiatannya tersebut bertujuan untuk membangun hubungan baik dengan investor serta pengusaha properti dan judi tersebut. (Deni Suroyo – sisidunia.com)