Home » News » Media Singapura Soroti Jam Tangan Mewah Setya Novanto Saat Hadiri Kampanye Trump

Media Singapura Soroti Jam Tangan Mewah Setya Novanto Saat Hadiri Kampanye Trump



Jakarta – Kehadiran Setya Novanto dalam jumpa pers kampanye Donald Trump di depan pendukungnya menjadi bikin geger di Tanah Air. Jauh berbeda dengan media asing yang hanya sedikit memberi porsi.

Media Singapura Soroti Jam Tangan Mewah Setya Novanto Saat Hadiri Kampanye Trump

Media asing tentunya lebih menyoroti soal inti dari jumpa pers tersebut yaitu Trump telah menandatangani ikrar janji untuk tidak maju dari jalur independen bila tersisih dari nominasi kandidat capres dari Partai Republik sehingga suara Republik tidak terpecah melawan Demokrat.

Mereka lebih banyak memberi perhatian tentang tanya jawab reporter dengan Trump misalnya soal niat Kanye West yang tertarik mencapreskan diri pada tahun 2020, ejekannya pada saingannya Jeb Bush, maupun penolakan Trump menjawab pertanyaan tentang perempuan bugil yang dicat yang berfoto dengan turis di daerah wisata di New York.

Newsweek menulis acara jumpa pers pada 3 September 2015 ini dengan judul “Donald Trump Signs Pledge to Republican Party With Wrong Date on It”. Di alinea akhir, Newsweek menulis pendek:

Di akhir konferensi pers, Trump memperkenalkan ketua DPR Indonesia. Tidak jelas mengapa dia ada di sana.

Sedangkan cbsnews.com menjuduli artikelnya “Donald Trump: I have signed the pledge”. Kehadiran Setya Novanto ditulis pendek:

Di akhir konferensi pers, untuk alasan yang tidak diketahui, Trump memperkenalkan Ketua DPR Indonesia Setya Novanto. “Do they like me in Indonesia?” Trump bertanya pada Novanto yang sedikit bingung. Dia menjawab ya, dan kemudian menjabat tangannya.

The Washington Post menulis dengan judul “Trump’s party loyalty pledge ends one GOP problem, brings others”. Di alinea akhir media ini menulis:

Dan ada tontonan yang tak terduga.

Setelah mengakhiri konferensi pers, dan televisi kabel hendak mengakhiri siaran, Trump memperkenalkan seorang pria yang dia jelaskan sebagai “ketua DPR Indonesia”. Trump bertanya kepadanya,”Do they like me in Indonesia?”

Setya Novanto mengangguk dan tersenyum. “Ya,” jawabnya, tertawa kecil. Trump kemudian melenggang pergi, melambaikan salam perpisahan.

The Guardian yang menulis berita berjudul “Donald Trump signs pledge not to run as independent” bahkan salah menyebut nama Setya Novanto menjadi Zulkifli Hasan. Media ini hanya sedikit menyinggung,”Dalam jumpa persnya, yang mana dia didampingi oleh Zulkifli Hasan, ketua DPR Indonesia, Trump juga menekan calon saingan potensialnya di Pilpres, rapper Kanye West….”

Bloomberg memberi judul “Donald Trump Pledges Loyalty to the Republican Party in True Trump Fashion” dan menulis, Trump menutup jumpa pers, kemudian, setelah hampir terlupakan, mengundang Ketua DPR Indonesia untuk berdiri, untuk menyatakan betapa banyak orang Indonesia menyukainya.

Kantor berita AFP juga tak banyak menyinggung soal Setya Novanto, hanya menulis: Dia menutup konferensi pers dengan memperkenalkan ketua parlemen di Indonesia sebagai tamu pribadinya.

Tulisan panjang tentang kehadiran Setya Novanto di jumpa pers Trump ditulis oleh media Singapura The Straits Times edisi Minggu (6/9/2015) dengan judul Donald Trump: ‘Do they like me in Indonesia?’ Media yang mengutip berita-berita media di Indonesia ini menyebut kehadiran Setya Novonto di acara rangkaian kampenye Trump telah menciptakan kegemparan di Indonesia. Media ini juga mengutip kabar tentang arloji mewah buatan Swiss, Richard Mille, yang melingkar di tangan kanan Setya.

Setya Novanto dan rombongan akan berada di AS hingga 12 September. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)