sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Sport » Bergabungnya PAN Bersama Pemerintah Tak Memberikan Efek Penguatan Rupiah

Bergabungnya PAN Bersama Pemerintah Tak Memberikan Efek Penguatan Rupiah



Jakarta – Pengamat politik dari Indonesia Public Policy Institute (IPPI), Agung Suprio menilai, sangat tak masuk akal alasan Partai Amanat Nasional (PAN) hijrah mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena kondisi situasi ekonomi global saat ini yang mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Bergabungnya PAN Bersama Pemerintah Tak Memberikan Efek Penguatan Rupiah

“Sungguh tidak masuk akal alasan bantu Jokowi atasi ekonomi. Buktinya sejak PAN gabung ke pemerintah, dolar (Amerika Serikat) justru sempat tembus ke angka Rp14.200,” ujar Agung.

Menurut Agung, alasan untuk membantu Presiden Jokowi memulihkan perekonomian Indonesia hanyalah alasan pemanis saja.

Agung menduga ada motif dari para petinggi partai berlambang matahari terbit itu untuk bisa berkuasa dan mendapatkan jatah kursi menteri di pemerintahan.

“Alasan-alasan itu adalah kosmetika saja. Elite PAN berusaha menarik nafsu berkuasa dengan tali idealisme,” jelas Agung lagi.

Lebih lanjut, Agung juga menganggap sangat tak mungkin bila PAN nantinya mendapatkan jatah kursi menteri di pemerintahan, namun masih bertahan di Koalisi Merah Putih (KMP).

Sikap PAN yang masih bingung ini, menurut Agung karena masih menunggu kepastian dari Jokowi, apakah akan mendapatkan jatah menteri atau tidak.

“Saya yakin sikap PAN yang mendua sekarang disebabkan PAN belum mendapat kepastian jumlah menteri dari Jokowi,” imbuhnya.

Agung memperkirakan bila partai yang didirikan Amien Rais ini sudah mendapatkan kepastian jatah menteri dari Jokowi, PAN akan benar-benar hijrah ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

“Jadi perkataan Ketum PAN Zulkifli Hasan kepada KMP, tidak lebih sebagai bargaining kepada pemerintah. Ending-nya ketika PAN sudah peroleh kursi yang sesuai dengan hasrat maka PAN akan bergabung ke KIH,” simpul Agung. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)