Home » Gaya Hidup » Bahaya Dibalik Trend Batu Akik

Bahaya Dibalik Trend Batu Akik



Jakarta – Beberapa bulan belakangan ini, masyarakat Indonesia sedang gandrung dengan batu akik. Batuan yang bisa dijadikan cincin, kalung, dan perhiasan lainnya itu memang memiliki warna dan corak yang beragam.

Bahaya Dibalik Trend Batu Akik

Namun dibalik fenomena tersebut, ada bahaya yang terkanduntg didalamnya. Hal tersebut harus kita cermati agar hobi baru ini tetap menjadi keuntungan dan kesenangan bagi siapapun yang terlibat didalamnya.

“Mereka menganggap benda mati tertentu memiliki kekuatan atau keistimewaan sehingga bisa dijadikan sebagai jimat atau senjata,” kata anggota Komisi X DPR, Surahman Hidayat, saat menjadi pembicara dalam bedah buku “Teladan Muhammad” di Istora Senayan.

“Padahal, kepercayaan seperti ini hanyalah bersumber dari khurafat (tahayul), khayalan, dan halusinasi semata,” tambah dia.

Menurut Surahman, memakai BATU AKIK sebagai perhiasan sebenarnya diperbolehkan. Namun, adanya keyakinan seperti itu sangat rawan terjadinya kemusyrikan. “Sudah kuatkah akidah kita untuk menghapus perihal dugaan yang berbau khurafat dalam batu akik yang mampu menggeser ketauhidan kita,” tambah dia.

Selain itu, tambah dia, memakai BATU AKIK menimbulkan sifat keangkuhan. Terlebih lagi di zaman sekarang, memakai batu cincin hanya untuk gengsi. Sehingga cenderung ke arag pamer atau riya.

Nabi Muhammad, kata Surahman, sempat mengenakan batu cincin di jari kanannya hanya sebagai hiasan dan stempel. Namun Rasulullah juga pernah melepaskan cincin itu ketika manusia –pada saat itu– menyalahgunakan cincin-cincin yang mereka buat.

“Ingat setan tidak akan pernah menyerah untuk menggoda dan menggeser akidah manusia dengan menyisipkan nilai-nilai syirik sehalus apa pun,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Kehormatan DPR ini. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)