sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Penemuan Terbaru Ini Diyakini Sebagai Penggalan Kitab Suci Al-Quran Tertua

Penemuan Terbaru Ini Diyakini Sebagai Penggalan Kitab Suci Al-Quran Tertua



Birmingham – Sebuah penemuan terbaru dalam sejarah agama Islam ini menghebohkan dunia. Bagaimana tidak, sebuah perkamen tua yang terbuat dari kulit domba atau kambing diklaim oleh tim penemu Universitas Birmingham, Inggris sebagai penggalan tertua dari kitab suci Al-Quran.

Penemuan Terbaru Ini Diyakini Sebagai Penggalan Kitab Suci Al-Quran Tertua

Dari penemuan itu dilakukan pengujian dan analisis radiokarbon yang diduga perkamen tersebut berusia sekitar 1.370 tahun. Dan ini membuktikan bahwa lembaran yang ditemukan merupakan manuskrip teks tertua sepanjang sejarah agama Islam.

Manuskrip ini awalnya ditemukan bersama koleksi buku dan dokumen di Timur Tengah. Di mana dalam kondisi tanpa penanggalan pembuatan teks tersebut. Oleh karena itu, tim peneliti memutuskan untuk mengujinya dengan analisis radiokarbon dan hasilnya pun sangat mengejutkan, seperti yang dilansir melalui BBC.

Tim peneliti pun tidak menduga akan hasil tersebut. Dengan demikian, manuskrip ini bakal jadi alasan selanjutnya bagi para ilmuwan untuk menelusuri lebih lanjut mengenai sejarah permulaan adanya agama Islam tersebut.

“Dua lembaran ini ditulis dengan aksara Hijazi (aksara Arab kuno) yang indah dan terbaca dengan jelas hampir pasti ini berasal dari zaman tiga Khalifah pertama” jelas Dr. Waley, kurator manuskrip perpustakaan Inggris.

“Ketika pertama kali melihat penggalan-penggalan teks dari perkamen ini, aku merasa sangat tersentuh sampai-sampai aku menangis bahagia. Aku sangat yakin semua orang di Inggris akan datang ke Birmingham untuk melihat penemuan yang berharga ini” ujar Muhammad Afzal, pimpinan masjid besar Birmingham.

Namun, dari temuan yang berharga ini timbul kontroversi. Di mana beberapa orang menyatakan tidak yakin dengan keaslian temuan tersebut. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)