sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Techno » Jangan Hapus Riwayat Browser Bila Tidak Ingin Dipenjara 20 Tahun

Jangan Hapus Riwayat Browser Bila Tidak Ingin Dipenjara 20 Tahun



Washington – Bila Anda berselancar menggunakan internet dan perangkat kompuer Anda masih disetting standar, maka riwayat alamat situs yang telah Anda buka selama ini akan tersimpan secara otomatis dan dapat Anda lihat kembali dengan mudah.

Jangan Hapus Riwayat Browser Bila Tidak Ingin Dipenjara 20 Tahun

Bila Anda tidak ingin riwayat browsing Anda tersimpan dan nantinya dapat dilihat orang lain, maka Anda dapat melakukan setelan pada perangkat komputer Anda untuk tidak pernah menyimpan riwayat.

Namun bila Anda berada di wilayah negara Amerika Serikat haruslah lebih berhati-hati karena ada Undang-Undang yang mengatur agar warga negaranya tidak sembarangan menghapus riwayat browsing karena dapat dituntut hukuman penjara hingga 20 tahun.

Undang-Undang Sarbanes-Oxley Act yang ditandatangani oleh Presiden George W. Bush pada 2002 lalu, yang kembali digunakan, mengatur bahwa penghapusan browser history sebagai penghancuran barang bukti dan dapat dikenai tuduhan menghalangi penegakan keadilan (obstruction of justice).

Undang-Undang ini kemudian digunakan untuk menjerat Khairullozhon Matanov, supir taksi yang memiliki hubungan dengan pelaku bom Marathon Boston, Dzhokhar dan Tamerlan Tsarnaev. Matanov dijerat ancaman hukuman 20 tahun karena menghapus riwayat browser-nya beberapa hari setelah peristiwa bom Boston.

Namun demikian, penggunaan Undang-Undang ini masih menjadi kontroversi dan banyak diperdebatkan karena belum jelas batasannya siapa saja yang bisa dijerat pasal ini dan berapa banyak data yang boleh disimpan. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)