sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Sport » FBI Kini Selidiki Suap FIFA Di Piala Dunia 2018 dan 2022

FBI Kini Selidiki Suap FIFA Di Piala Dunia 2018 dan 2022



New York – Setelah membongkar kasus suap yang melibatkan pejabat-pejabat tinggi FIFA pada penyelenggaraan Piala Dunia 1998 dan 2010, kini penyelidik FBI akan memperluas investigasinya terhadap dugaan suap yang juga disinyalir terjadi dalam ‘mengamankan’ tuan rumah Piala Dunia 2018 (Rusia) dan 2022 (Qatar).

FBI Kini Selidiki Suap FIFA Di Piala Dunia 2018 dan 2022

Langkah yang dilakukan FBI ini menyusul beredarnya transkrip pengakuan mantan anggota Komite Eksekutif FIFA, Chuck Blazer, yang menyebutkan bahwa selama dua dekade ini diperkirakan FIFA telah menerima suap sebesar USD 150 juta atau setara dengan Rp 1,9 triliun untuk pemilihan tuan rumah Piala Dunia dan turnamen lainnya, termasuk dalam tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Dalam daftar nama pejabat FIFA yang akan diselidiki FBI, nama mantan Presiden FIFA Sepp Blatter juga termasuk di sana. Sepp Blatter sendiri telah mengundurkan diri dari posisi Presiden FIFA pada Selasa (2/6/2015), belum seminggu setelah dirinya terpilih kembali sebagai Presiden FIFA untuk yang kelima kalinya sejak 1998.

FBI menengarai suap juga terjadi saat pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Namun Menteri Luar Negeri Qatar Khaled al-Attiyah membantah hal tersebut dan menyebutkan bahwa tidak akan ada pembatalan terhadap Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018.

Hal yang sama juga dikatakan oleh juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, soal terpilihnya Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. “Kerja sama dengan FIFA tetap berlanjut dan persiapan untuk Piala Dunia 2018 tetap berjalan,” terang Peskov. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)