Home » News » Inilah Penyebab Gelombang Panas Di India Yang Tewaskan Ratusan Orang

Inilah Penyebab Gelombang Panas Di India Yang Tewaskan Ratusan Orang



Jakarta โ€“ Cuaca ekstrim di India yang menyebabkan gelombang panas beberapa pekan ini telah menewaskan ratusan orang di beberapa wilyah India. Bahkan catatan terakhir menyebutkan, jumlah korban tewas akibat gelombang panas yang bisa mencapai 50 derajat Celcius ini telah memasuki angka 1.118 korban jiwa.

Inilah Penyebab Gelombang Panas Di India Yang Tewaskan Ratusan Orang

Gelombang panas mulai dirasakan di beberapa wilayah di India sejak pertengahan April namun korban mulai berjatuhan sejak pekan lalu dengan jumlah warga tewas terbanyak terjadi di dua wilayah, yaitu di Negara Bagian Telangana dan Andhra Pradesh, di selatan India.

Akibat dari bencana ini banyak penduduk enggan untuk keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dan di ruangan yang berpendingin udara. Bahkan ada beberapa warga di India yang mendokumentasikan bagaimana garis zebra cross di jalanan sampai meleleh akibat panas yang ekstrim ini.

Lantas apa sebenarnya penyebab dari gelombang panas ini dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Edvin Aldrian cuaca panas memang kerap terjadi di India. Biasanya suhu udara di sana akan mencapai titik tertinggi di bulan Maret hingga Juni. Hal ini terjadi akibat angin panas yang terbentuk dari fenomena Gelombang Rossby yang datang dari padang pasir Iran dan Afganistan melalui laut Arab tertahan oleh Pegunungan Himalaya hingga bertahan agak lama di wilayah India.

Gelombang Rossby yang bergerak melingkar di wilayah kutub hingga subtropis akan menimbulkan cuaca ekstrim bila pergerakannya tertahan oleh sesuatu. Cuaca ekstrim ini bisa berupa cuaca panas, seperti yang terjadi di India saat ini, atau cuaca dingin yang ekstrim seperti yang terjadi di beberapa negara Eropa pada tahun 2010 lalu.

Gelombang Rossby pertama kali ditemukan oleh Carl-Gustaf Rossby pada tahun 1930-an. Gelombang ini dipicu oleh dua pusat tekanan udara rendah di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik.

Sementara itu, cuaca panas ekstrim yang terjadi di India tidak akan bergerak ke Indonesia karena di wilayah Tanah Air dipengaruhi oleh pola angin tersendiri, yaitu yang bergerak dari timur atau tenggara Australia ke daratan Asia. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)