Home » Hiburan » Film Jadul Ali Topan Anak Jalanan Bakal Dibuat Lagi

Film Jadul Ali Topan Anak Jalanan Bakal Dibuat Lagi



Jakarta – Bagi Anda yang besar di era 1970-an, ada kabat gembira bagi Anda. Film Ali Topan Anak Jalanan yang dulu pernah sangat terkenal pada 1977 bakal akan dibuat lagi dalam versi modernnya.

Film Jadul Ali Topan Anak Jalanan Bakal Dibuat Lagi

Rumah Produksi Seuramoe menggandeng sutradara John De Rantau dan penulis aslinya, Teguh Esha untuk membuat film Ali Topan Anak Jalanan versi baru.

Dalam versi barunya, John De Rantau mencoba menyelipkan pesan-pesan moral bagi kawula muda jaman sekarang yang ia nilai sudah semakin mengkhawatirkan dalam pergaulan dan memandang sebuah hubungan dengan lawan jenis.

“Film ini banyak menyelipkan pesan moral buat anak muda generasi sekarang, kalau sebagai anak muda harus punya tanggung jawab.

Apalagi sekarang banyak hubungan di luar nikah, yang akhirnya pada aborsi,” kata John De Rantau saat acara konfrensi pers film Ali Topan Anak Jalanan di Warung Apresiasi, Bulungan, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari liputan6.com, Jumat (22/5/2015).

Untuk pemeran utamanya, John de Rantau mempercayakannya kepada pendatang, Ardian Kurniawan. Sebenarnya ada 10 kandidat yang akan memerankan tokoh Ali Topan, termasuk salah satunya Adipati Dolken. Namun John de Rantau merasa kurang pas bila sosok Ali Topan diperankan oleh aktor yang telah dikenal luas oleh masyarakat.

Selain itu, John de Rantau juga telah mengantongi nama-nama artis yang akan berperan dalam film tersebut. Ada Roy Marten, Dewi Irawan, Jajang C. Noer, Agung Hercules, Pevita Pearce, Chelsea Islan, dan Acha Septriasa.

Proses syutingnya sendiri rencananya akan dimulai pada 22 Juni 2015, dan akan rilis pada tahun ini atau tahun depan.

Ali Topan Anak Jalanan produksi tahun 1977 bercerita tentang sesosok pemuda dari keluarga yang tidak teratur dan memilih menciptakan dunianya sendiri dengan sering lari dari jam sekolah bersama teman-teman geng motornya.

Suatu hari dia bertemu dengan seorang gadis bernama Anna Karenina, dari keluarga dengan kontrol penuh di tangan orang tua sehingga sang anak tidak lagi punya hak bicara dan bertindak dalam keluarga tersebut. Perbedaan latar belakang keluarga inilah yang kemudian menimbulkan konflik saat orang tua Anna menentang keras hubungannya bersama Ali Topan. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)