Home » News » 50 Juta Warga Indonesia Tidak Memiliki Buku Nikah Dan Akta Kelahiran

50 Juta Warga Indonesia Tidak Memiliki Buku Nikah Dan Akta Kelahiran



Bekasi โ€“ Kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengurus administrasi kependudukan sepertinya masih sangat rendah. Hal ini terungkap saat Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Mahkamah Agung Hasbi Hasan memberikan keterangan bahwa sekitar 50 juta warga Indonesia masih belum memiliki buku nikah dan akta kelahiran.

50 Juta Warga Indonesia Tidak Memiliki Buku Nikah Dan Akta Kelahiran

Hasbi Hasan mengatakan hal yang cukup mengejutkan tersebut saat berada di sela peluncuran Isbat Nikah Massal yang digelar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi di Kecamatan Cikarang Selatan.

“Sekitar 50 juta warga itu terdiri atas pasangan suami istri yang tidak memiliki buku nikah dan anak-anak yang tidak punya akta kelahiran karena pernikahan orang tuanya belum tercatat di catatan sipil,” kata Hasbi Hasan, seperti dikutip dari kompas.com, Jumat (22/5/2015).

Masih menurut Hasbi Hasan, banyaknya pernikahan dan kelahiran yang tidak tercatat di kantor kependudukan dikarenakan masih sangat rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengurus administrasi pernikahan. Selain itu, letak geografis antara pemukiman penduduk dan kantor kependudukan yang cukup jauh menyebabkan masyarakat enggan untuk mengurusnya. Hal ini terutama terjadi di wilayah Indonesia bagian timur dan daerah pedalaman.

Bila angka 50 juta tersebut akurat, maka bisa dikatakan 20 persen penduduk Indonesia tidak memiliki surat-surat kependudukan yang seharusnya, karena menurut data Bank Dunia pada tahun 2013, penduduk Indonesia mencapai 249,9 juta jiwa. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)