sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Jamie Dornan Akan Tampil Lebih Vulgar di Sekuel Fifty Shades

Jamie Dornan Akan Tampil Lebih Vulgar di Sekuel Fifty Shades



Los Angeles – Aktor Jamie Dornan yang berperan sebagai Mr Grey dalam Fifty Shades of Grey bakal tampil lebih vulgar dalam film sekuelnya, Fifty Shades Darker.

Jamie Dornan Akan Tampil Lebih Vulgar di Sekuel Fifty Shades

Pihak produser bahkan telah menjanjikan bayaran tinggi sebesar USD 1,5 juta atau sekitar Rp 19,7 miliar kepada aktor kelahiran 1 Mei 1982 ini untuk tampil lebih vulgar dan frontal dalam film tersebut.

Film Fifty Shades Darker sendiri telah dijadwalkan akan rilis pada 10 Februari 2017, namun hingga saat ini pihak Universal Pictures belum mengumumkan secara resmi kapan dimulainya proses syuting dari film drama erotis ini. Sedangkan untuk sekuel ketiganya, Fifty Shades Freed ditargetkan tayang pada 9 Februari 2018 mendatang.

Beberapa waktu lalu sempat beredar bocoran penampilan Jamie Dornan dalam Fifty Shades Darker yang nampak mengenakan tuxedo dengan topeng hitam di wajahnya.

Kabar tentang sekuel film ini bahkan sudah lama berhembus sejak Fifty Shades of Grey tayang perdana pada Februari 2015 lalu.

Sebelumnya, beredar kabar kalau Jamie Dornan tidak mau lagi membintangi sekuel Fifty Shades of Grey karena sang istri tidak ingin melihat Jamie Dornan melakoni adegan intim yang banyak mengandung unsur kekerasan dengan lawan mainnya, Dakota Johnson. Namun kabar ini segera ditepis oleh Jamie Dornan sendiri.

Tak hanya Jamie Dornan yang memastikan akan tetap tampil di sekuel Fifty Shades of Grey, Dakota Johnson pun sudah dipastikan tetap berakting dalam film yang ceritanya diadaptasi dari novel karangan EL James dengan judul yang sama ini.

Meskipun Fifty Shades of Grey begitu laris dengan meraup pendapatan sebesar USD 94 juta di hari pertama, namun di beberapa negara film ini dilarang tayang karena dianggap terlalu vulgar, termasuk di Indonesia. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)