Home » News » Ternyata Trenggiling Dijadikan Bahan Pembuat Sabu

Ternyata Trenggiling Dijadikan Bahan Pembuat Sabu



Medan – Trenggiling atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Manis Javanica, sudah sejak lama menjadi buruan karena daging dan sisiknya yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Saking mahalnya harga binatang yang dapat melingkarkan tubuhnya bila terancam ini sehingga populasinya kian menurun di seluruh dunia.

Ternyata Trenggiling Dijadikan Bahan Pembuat Sabu

Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Polri Kombes Pol Didit Wijanardi mengatakan bahwa daging dan sisik Trenggiling menjadi komoditas yang cukup mahal di beberapa negara Asia seperti Tiongkok, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

“Permintaannya memang tinggi, makanya masyarakat tertarik karena harganya bagus. Penggunaannya bisa untuk pelangsing tubuh, pembuatan perhiasan hingga membuat narkoba jenis sabu-sabu,” ujar Kombes Didit Wijanardi di Medan, seperti dikutip dari okezone.com, Rabu (29/4/2015).

Karena tingginya permintaan terhadap binatang pemangsa semut yang hidup di hutan hujan tropis dataran rendah ini maka makin banyak pula perburuan dan penjualan Trenggiling di pasar gelap meskipun binatang ini dilindungi oleh Undang Undang Nomor 5 tahun 1990 dan juga dunia internasional.‬

Satu ekor Trenggiling harganya bisa mencapai Rp 500.000 hingga Rp 800.000. Sedangkan untuk dagingTrenggiling bisa mencapai Rp300.000 per kilogramnya. Sementara sisiknya yang konon bermanfaat sebagai obat kuat kaum pria dan dijadikan aksesoris perhiasan dihargai USD3.000 per kg.

Trenggiling juga dilindungi untuk tidak diperjualbelikan di pasar bebas melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 10 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)