sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » 60 Terpidana Mati Narkoba Antri Menunggu Eksekusi

60 Terpidana Mati Narkoba Antri Menunggu Eksekusi



Jakarta – Pelaksanaan eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkoba di era pemerintahan Presiden Jokowi hingga kini telah dilakukan sebanyak dua gelombang. Sebanyak 14 orang terpidana telah menghadapi regu tembak.

60 Terpidana Mati Narkoba Antri Menunggu Eksekusi

Gelombang pertama dilakukan pada Minggu (18/1/2015) dinihari. Sebanyak 6 orang telah dieksekusi, yaitu Marco Archer Cardoso Mareira (Brazil), Daniel Enemua (Nigeria), Ang Kim Soe (Belanda), Namaona Dennis (Malawi), Rani Andriani atau Melisa Aprilia (Indonesia), dan Tran Thi Hanh (Vietnam).

Sedangkan pada eksekusi mati gelombang kedua yang baru saja dilakukan pada Rabu (29/4/2015) dinihari, sebanyak 8 orang terpidana mati telah menghadap regu tembak. Mereka adalah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami, Silvester Obiekwe Nwaolise, dan Okwudili Oyatanze (Nigeria), Zainal Abidin (Indonesia), Rodrigo Gularte (Brazil), dan Martin Anderson alias Belo (Ghana).

Satu lagi terpidana mati yang seharusnya ikut pada pelaksanaan gelombang kedua, yaitu Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina) ditunda pelaksanaannya karena kehadiran Mary Jane sangat diperlukan dalam posisinya sebagai saksi atas tersangka Maria Sergio (wanita yang diduga menjebak Mary Jane) dan dua orang lainnya atas kasus penipuan, perekrutan tenaga kerja ilegal, dan perdagangan manusia.

Pada pelaksanaan eksekusi yang sejauh ini berjalan lancar masih akan berlanjut dengan eksekusi selanjutnya karena menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar masih ada 60 terpidana mati kasus narkoba lainnya yang masih menunggu dieksekusi.

“Indonesia sudah masuk dalam tahap darurat narkoba, menyusul hukuman yang telah dijalankan. Ada 60 orang lainnya yang menunggu hukuman mati selanjutnya,” jelas Anang Iskandar di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, seperti dikutip dari okezone.com, Rabu (29/4/2015). (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)