Home » Ekonomi & Bisnis » Dirut Bursa Efek Indonesia Digaji Rp 200 Juta per Bulan

Dirut Bursa Efek Indonesia Digaji Rp 200 Juta per Bulan



Jakarta โ€“ Bursa Efek Indonesia sebentar lagi akan mengadakan pergantian pimpinan yang akan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Juni mendatang.

Dirut Bursa Efek Indonesia Digaji Rp 200 Juta per Bulan

Sebanyak lima paket pimpinan telah mengajukan diri sebagai pimpinan Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018. Mereka adalah Reynaldi Hermansjah (Direktur Keuangan Jasa Marga), Tito Sulistio (Direktur PT MNC Securities), Abiprayadi Riyanto (Presiden Direktur Mandiri Sekuritas), Samsul Hidayat (Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa), dan Ronald T Andi Kasim (Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia/Pefindo).

Masing masing paket minimal harus didukung oleh 10 anggota bursa (AB), yang jika digabungkan mewakili 10% dari total frekuensi dan nilai perdagangan efek, terutama saham, di pasar modal selama 12 bulan terakhir.

Lantas berapa gaji dan bonus dari pimpinan Bursa Efek Indonesia?

“Gaji Direktur BEI itu Rp 190 juta, itu 90% dari gaji dirutnya. Kalau gaji dirutnya, ya hitung saja,” kata Susy Meilina, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), seperti dikutip dari detikFinance, Kamis (16/4/2015).

Selain gaji, Dirut BEI dan jajaran direksinya juga dapat bonus cukup tinggi. Tahun lalu, bonusnya setara dengan 17 kali gaji. Hitung saja, jika rata-rata gaji direksi Rp 200 juta, maka bonusnya bisa mencapai Rp 3,4 miliar dalam setahun.

Namun, untuk pimpinan dan jajaran direksi yang baru nanti tidak akan menikmati bonus yang besar lagi karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan aturan baru dengan hanya membatasi pemberian bonus maksimal 6 kali gaji, itu pun diberikan bagi jajaran direksi yang mempunyai performance bagus.

Sedangkan untuk Komisaris BEI gajinya 30% dari gaji Dirut, jadi sekitar Rp 60 juta per bulannya.

Dengan besarnya gaji dan bonus para pemimpin Bursa Efek Indonesia maka tidak heran banyak juga orang yang mengincarnya. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)