Home » Gaya Hidup » Puisi Cinta Untuk Pacar Di Hari Valentine Yang Romantis

Puisi Cinta Untuk Pacar Di Hari Valentine Yang Romantis



Jakarta – Hari ini, Sabtu, 14 Februari 2014, masyarakat diseluruh dunia sedang merayakan hari kasih sayang atau yang biasa disebut dengan Valentine Day.

Puisi Cinta Untuk Pacar Di Hari Valentine Yang Romantis

Berbagai macam ungkapan cinta dan kasih sayang terungkap dari seorang kekasih kepada pasangannya, khususnya untuk mereka yang saat ini sedang menjalin kasih alias pacaran.

Jika anda belum memiliki inspirasi kata kata cinta yang akan anda ungkapkan kepada pacar, berikut ini terdapat beberapa kumpulan puisi cinta yang bisa anda sampaikan lewat bbm, update status di media sosial dan lain sebagainya.

Berikut adalah kumpulan puisi cinta di hari Valentine :

Merah, mawar merah

Oh kekasih ku yang merah, merah mawar
Ini adalah awal musim semi di bulan juni
Oh kekasih ku yang seperti melodi
Ini merupakan permainan nada yang manis

Engkau adalah seni nan cantik, engkaulah gadisku
Terlalu dalam cinta yang kumiliki.
Dan aku akan tetap mencintaimu,sayangku
Hingga lautan menjadi kering

Hingga lautan menjadi kering, sayangku
Dan batu meleleh oleh matahari
Aku akan terus mencintaimu sayang ku
Sementara pasir akan berlari

Dan kau tetap cinta ku seorang
Dan aku akan datang lagi, cintaku
Walaupun jarak nya ribuan mil

Cinta Pertama

Aku belum pernah berhenti dalam waktu
Dengan cinta yang mendadak dan sangat manis
Wajarnya mekar seperti bunga yang manis
Menggetarkan hatiku dengan sempurna

Wajahku memucat, pucat kematian
Kakiku tak lagi mampu berjalan
Dan ketika dia terlihat kesakitan
Hidupku dan semua nya terlihat seperti tanah liat

Dan kemudian darahku menyerbu wajahku
Dan membutakan pengelihatanku
Pohon pohon dan semak mengelilingi
Terlihat bagai tengah malam di tengah hari

Aku tak bisa melihat satu benda pun
Banyak kata kata dari mataku
Mereka berbicara seperti utaian ragkaian nada
Dan darah menggelegak di hatiku

Apakah ini pilahan bunga bunga musim dingin?
Apakah taman cinta selalu bersalju?
Dia seperti tahu apa isi hatiku
Cinta tak berseru untuk tahu

Aku tak pernah melihat wajah yang manis itu
Seperti tempatku berdiri sebelumnya
Hati ku seperti tempat tak berpenghuni
Dan tak ada yang dapat kembali lagi

Bagaimana aku mencintaimu?

Bagaimana aku mencintaimu? Biarkan aku mengetahui caranya

Aku mencintaimu terlalu dalam, luas dan terlalu tinggi

Jiwaku dapat meraih, ketika perasaan itu tak terbendung lagi

Untuk akhir dari sebuah awalan dan keanggunan

Aku mencintaimu dan selalu meningkat setiap harinya

Palig senyap dari yang dibutuhkan, oleh mentari dan cahaya lilin

Aku mencintaimu dengan Cuma Cuma,

layaknya pria yang memperjuangkan keadilan

aku mencintaimu dengan murni, seperti mereka yang memuji

aku mencintai dengan besar dari dahulu

dalam kesedihan tuaku, dan kepahitan masa kecilku

aku mencintaimu dengan cinta yang terlihat hilang

atas kesucian, aku mencintaimu dengan nafas

senyuman, tangisan, dan semua dalam hidupku, dan jika tuhan memutuskan

aku akan, namun cintaku padamu lebih kekal setelah kematian.

Perahu itu..

Saat, keinginan berlayar tak tertahan

Kubawa hati mengarungi samudera nan terbungkus awan
Indah, seindah rasa menyelimuti harapan
Tentang asa, cita-cita dan masa depan

Kupenuhi perahu dengan segumpal CINTA
Kugantungi secercah cahaya sebagai penyerta
Kuhiasi dinding-dindingya dengan rindu yang sejuta
Kukayuh sesekali dengan cemburu dan air mata

Dan….
Ketika perahu terlalu sarat akan beban
Ketika terbentuk hasrat memiliki perahu tambahan
Ketika aku tak sanggup mengayuh sendirian

Aku tergulung ombak demikian kencang
Terguncang keras menerpa bebatuan karang
Meninggalkan cerita tentang harapan, terbuang
Mengikis gumpalan CINTA yang terlanjur memberi terang

Aku tenggelam
Perahuku karam

(Dwi Kristyowati – sisidunia.com)