Home » News » Jokowi Mengatur Penyebutan Nama Panggilan Saat Acara Resmi

Jokowi Mengatur Penyebutan Nama Panggilan Saat Acara Resmi



Jakarta – Mungkin ini merupakan hal yang tidak biasa yang dilakukan oleh presiden kita. Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah membuat surat ederan yang ditujukan kepada sekertaris daerah provinsi dan kabuten/kota di seluruh Indonesia, tentang pengaturan penyebutan nama Presiden Joko Widodo dalam semua acara resmi.

Jokowi Mengatur Penyebutan Nama Panggilan Saat Acara Resmi

Yang membuat hal ini menarik adalah baru kali ini tata tertib itu di buat secara resmi, sebelumnya baik presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati ataupun BJ. Haniebie tidak pernah mengatur penyebutan nama panggilan. Surat edaran itu secara resmi ditanda tangani oleh Sekjen Kemendagri Yuswandi Temenggung.

Dodi Riyadmadji yang menjabat sebagai juru bicara Kemendagri menyebutkan bahwa hal ini adalah yang pertama kalinya dilakukan oleh presiden Indonesia. “Mulai dari Presiden Soeharto hingga bapak Susilo Bambang Yudhoyono, tidak satupun dari mereka yang mengatur tata cara panggilan nama saat acara kenegaraan,” ungkap Dodi saat dihubungi oleh wartawan Harianindo.com pada Jumat (6/2/2015).

Surat ederan yang bernomor 100/449/SJ telah disebarkan sejak minggu lalu. Surat ederan ini ditujukan agar semua kepala daerah bisa berseragam dalam menyebutkan nama bapak presiden disegala acara. Presiden lebih senang jika beliau akrab dengan staf-stafnya dengan panggilan Jokowi.

Dengan memanggil bapak Jokowi sebagai nama panggilan, diharapkan saat ada acara dialog di daerah-daerah akan lebih akrab. Akhirnya diputuskan nama panggilan presiden adalah bapak Jokowi dan bukan bapak Joko Widodo. (Dwi Kristyowati – sisidunia.com)