Home » News » Mangkirnya BG Atas Panggilan KPK Dianggap Telah Melanggar UU

Mangkirnya BG Atas Panggilan KPK Dianggap Telah Melanggar UU



Jakarta – Masih memanasnya berita tentang pencalonan Kapolri, yang mana BG masih menjadi calon tunggal dan juga menjadi tersangka KPK, oleh karena itu kasusnya di KPK masih menjadi sorotan seluruh rakyat Indonesia.

Mangkirnya BG Atas Panggilan KPK Dianggap Telah Melanggar UU

Baru-baru ini BG kembali dipanggil oleh KPK mengenai kasus tindak pidana korupsi yang menyeret namanya, namun BG tidak mngindahkan panggilan KPK tersebut. Atas Mangkirnya BG dari panggilan KPK Menurut Peniliti Pukat UGM, Hifdzil Alim dianggap telah melanggar UU.

“Sebagaimana hukum yang berlaku di negara kita, seseorang yang sudah dinyatakan sebagai tersangka, maka proses pemanggilannya juga sesuai dengan hukum yang berlaku. Yang mana setelah pemanggilan pertama dan kedua ia tidak memenuhi panggilan tersebut, maka harus dilakukan dengan penjemputan paksa,” tutur Hifdzil kepada sisidunia saat di temui pada Minggu (1/2/2015).

Dan seandainya BG masih tetap tidak mengindahkan panggilan KPK, itu menunjukkan bahwa BG sudah melanggar hukum. Dan mengenai sikapnya yang juga tidak mau diperiksa telah melanggar Undang-undang Pidana Tindak Korupsi Pasal 21 dan 22 soal pemeriksaan pidana korupsi.

Hifdzil Alim juga menyatakan atas kasus yang terjadi saat ini dengan melibatkan POLRI dan KPK, presiden adalah orang yang bertanggung jawab. Jika presiden mampu mengambil keputusan yang tepat, maka masalah antara kedua lembaga hukum di Indonesia ini tidak akan terjadi. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)